Soal Ambigu Permen, DPR Minta Stakeholder Hilangkan Ego Sektoral

Selasa, 14 April 2020 - 22:34 WIB
loading...
Soal Ambigu Permen,...
Wakil Ketua Komisi III DPR Ahmad Sahroni meminta agar para stakeholder atau pemangku kepentingan dapat menahan atau menghilangkan ego sektoral masing-masing di tengah pandemi virus Corona (COVID-19) ini. Foto/dpr.go.id
A A A
JAKARTA - Perbedaan peraturan yang diterbitkan oleh dua kementerian, yaitu Kementerian Perhubungan (Kemenhub) dan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) terkait ojek online (ojol) di tengah aturan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) sangat disayangkan. Di satu sisi, Permenhub 18/2020 mengizinkan pengemudi ojol untuk mengangkut penumpang dalam kondisi tertentu, sebaliknya Permenkes 9/2020 justru melarang ojol mengangkut selain barang.

Untuk itu, Wakil Ketua Komisi III DPR Ahmad Sahroni meminta agar para stakeholder atau pemangku kepentingan dapat menahan atau menghilangkan ego sektoral masing-masing di tengah pandemi virus Corona (COVID-19) ini. Selain membingungkan aparat penegak hukum, kebijakan ini juga membungungkan pengendara ojol dan juga masyarakat.

“Sangat disayangkan adanya perbedaan peraturan ini, karena saya juga banyak mendapat masukan dari teman-teman di kepolisian bahwa mereka juga bingung, kok aturannya bisa ada dua dan berbeda gini,” ujar Sahroni kepada wartawan, Selasa (14/4/2020).

Sahroni juga mengingatkan bahwa dalam kondisi wabah COVID-19 seperti saat ini, para pemangku kebijakan baik itu menteri, pimpinan lembaga maupun kepala daerah sebaiknya bisa menahan diri dan fokus pada aksi kemanusiaan dan tidak mengutamakan ego masing-masing.

“Rakyat sangat menunggu kebijakan dari para pemangku kebijakan untuk membantu kesulitan mereka, bukan pada aturan yang tumpang tindih sehingga, bikin rakyat makin bingung,” pinta Bendahara Fraksi Partai Nasdem ini.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pakar Hukum: UU Polri...
Pakar Hukum: UU Polri yang Baru Akomodasi Kepentingan Masyarakat dan Kepolisian
Revisi UU Polri Disahkan...
Revisi UU Polri Disahkan Jadi Undang-Undang, Pelayanan Kepolisian Diharapkan Meningkat
Wamenkum: 20 DIM RUU...
Wamenkum: 20 DIM RUU Polri Bakal Dibahas Bareng DPR
Dadan Hindayana Cs Terjerat...
Dadan Hindayana Cs Terjerat Korupsi, DPR Perketat Pengawasan Tata Kelola di BGN
Trimedya Panjaitan Sebut...
Trimedya Panjaitan Sebut RUU HPI Sejalan dengan Semangat Prabowo Perkuat Posisi Hukum Indonesia
DPR Minta Pemerintah...
DPR Minta Pemerintah Antisipasi Ancaman PHK Massal di Industri Hasil Tembakau
DPR dan Pemerintah Pastikan...
DPR dan Pemerintah Pastikan Tak Ada Kendala Besar saat Puncak Haji
Jelang Armuzna, DPR...
Jelang Armuzna, DPR Ingatkan Pemerintah soal Layanan Konsumsi dan Transportasi
Zat Kimia Persisten...
Zat Kimia Persisten Ditemukan dalam 98,8% Darah Warga AS
Rekomendasi
Komitmen Perbaikan Tata...
Komitmen Perbaikan Tata Kelola Pengadaan Energi, Pertamina Patra Niaga Gelar FGD
Perlindungan Warga Sipil...
Perlindungan Warga Sipil Jadi Kunci Keberlanjutan Pembangunan Papua
Muscab PPP se-Papua...
Muscab PPP se-Papua Tengah, Mardiono Dorong Kolaborasi dengan Pemda untuk Sejahterakan Rakyat
Berita Terkini
Tepis Ada Pembagian...
Tepis Ada Pembagian Keuntungan Program MBG ke Presiden, Kepala BGN: Hoaks
PP Himmah: Waspada Aksi...
PP Himmah: Waspada Aksi Reformasi Jilid II Dimanfaatkan Hambat Program Pemerintah
Kejagung: Sony Sanjaya...
Kejagung: Sony Sanjaya Tak Bisa Jadi Justice Collaborator Jika Menjadi Pelaku Utama
Forum ILC Jenewa, Delegasi...
Forum ILC Jenewa, Delegasi Indonesia Dorong Payung Hukum Global bagi Pekerja Digital
Suvenir Kapal Perang...
Suvenir Kapal Perang Mikasa dari Menhan Jepang untuk Presiden Prabowo
Kasus Sertifikasi K3,...
Kasus Sertifikasi K3, KPK Telusuri Aliran Uang ke Pihak Kemnaker
Infografis
Ancaman Perang Kian...
Ancaman Perang Kian Nyata, 8 Negara Minta Warganya Tinggalkan Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved