Council of Gen Z Jadi Ruang Bersuara Generasi Muda Soal Krisis Iklim ke Prabowo
Minggu, 06 Oktober 2024 - 06:21 WIB
loading...
Council of Gen Z (COGZ) jadi ruang bersuara generasi muda soal krisis iklim ke Prabowo-Gibran. Foto/istimewa
A
A
A
JAKARTA - Perkuat partisipasi anak muda khususnya Gen Z terhadap krisis iklim , keberadaan Council of Gen Z (COGZ) dinilai penting. Sebab Gen Z menjadi bonus demografi dan memegang peran penting untuk masa depan bangsa.
Executive Director Generasi Melek Politik (GMP) Neildeva Despendya mengatakan, Gen Z adalah generasi yang akan menghadapi dampak langsung dari keputusan hari ini, termasuk di daerah kecil yang sering luput dari perhatian. Namun ruang untuk memberikan aspirasi ke pemerintah belum ada.
Neildeva menyebut, pemerintah sebatas menjadikan anak muda target audience, namun belum benar mendengarkan apa yang mereka butuhkan dan inginkan. Sebab dalam negara demokratis, budaya dialog terbuka seperti town hall meeting menjadi bagian dari proses politik.
Baca juga: KLHK Gelar Festival Lingkungan dan Kelestarian Alam 2024
“Di Amerika Serikat, Finlandia, New Zealand, dan Inggris yang mempunyai Youth Parliament Forum untuk memungkinkan anak muda menyampaikan kritik dan aspirasi langsung kepada pemerintah. Di Indonesia, budaya dialog semacam ini masih minim, terutama bagi generasi muda yang sering kali tidak mendapatkan ruang yang memadai untuk menyuarakan pandangan mereka,” ujarnya, Minggu (6/10/2024).
Menyadari pentingnya partisipasi generasi muda, Neildeva berkomitmen menjadi pelopor dalam memperkuat partisipasi anak muda melalui Council of Gen Z (COGZ) dengan mengusung topik “Kebijakan Krisis Iklim di Pemerintahan Baru: Indonesia Emas Atau Indonesia Cemas?”
Baca juga: 7 Brigjen Polisi Dapat Promosi Jabatan Jadi Bintang 2 dari Kapolri, Ini Nama-namanya
Executive Director Generasi Melek Politik (GMP) Neildeva Despendya mengatakan, Gen Z adalah generasi yang akan menghadapi dampak langsung dari keputusan hari ini, termasuk di daerah kecil yang sering luput dari perhatian. Namun ruang untuk memberikan aspirasi ke pemerintah belum ada.
Neildeva menyebut, pemerintah sebatas menjadikan anak muda target audience, namun belum benar mendengarkan apa yang mereka butuhkan dan inginkan. Sebab dalam negara demokratis, budaya dialog terbuka seperti town hall meeting menjadi bagian dari proses politik.
Baca juga: KLHK Gelar Festival Lingkungan dan Kelestarian Alam 2024
“Di Amerika Serikat, Finlandia, New Zealand, dan Inggris yang mempunyai Youth Parliament Forum untuk memungkinkan anak muda menyampaikan kritik dan aspirasi langsung kepada pemerintah. Di Indonesia, budaya dialog semacam ini masih minim, terutama bagi generasi muda yang sering kali tidak mendapatkan ruang yang memadai untuk menyuarakan pandangan mereka,” ujarnya, Minggu (6/10/2024).
Menyadari pentingnya partisipasi generasi muda, Neildeva berkomitmen menjadi pelopor dalam memperkuat partisipasi anak muda melalui Council of Gen Z (COGZ) dengan mengusung topik “Kebijakan Krisis Iklim di Pemerintahan Baru: Indonesia Emas Atau Indonesia Cemas?”
Baca juga: 7 Brigjen Polisi Dapat Promosi Jabatan Jadi Bintang 2 dari Kapolri, Ini Nama-namanya
Lihat Juga :