Justru di Ruang Siber, Indonesia Juga Harus Jaya!
Sabtu, 05 Oktober 2024 - 11:14 WIB
loading...
A
A
A
Thailand pun pada Oktober 2024 akan membentuk unit komando militer untuk pertahanan siber yang akan dipimpin oleh perwira tinggi berpangkat Letnan Jenderal dengan personel sementara diisi dari relokasi personel Royal Development Projects and Security Coordination Centre (RDPSCC). Untuk mengantisipasi kekurangan sumber daya dengan keahlian siber yang tinggi, Thailand juga akan mendirikan Akademi Pertahanan Siber (Cyber Defence Academy) yang nantinya menghasilkan 300-500 ahli siber per tahun.
Sebagai negara demokratis ketiga terbesar di dunia, kehadiran pasukan siber bukanlah seperti di Vietnam yang juga bertugas untuk menyensor pendapat-pendapat yang melakukan kritik terhadap pemerintah, mempengaruhi opini di masyarakat untuk kepentingan elit partai komunis, atau penyebaran propaganda negara. Hal ini kemudian menimbulkan kritik dan balasan dari sebagian rakyat Vietnam terhadap kehadiran pasukan siber Force 47 tersebut. Perlawanan rakyat terhadap institusi militer negara, justru dapat berdampak buruk terhadap kepercayaan dan dukungan rakyat terhadap institusi militer. Bahkan, dapat pula berpotensi melemahkan fokus utama pendirian pasukan siber berupa memerangi ancaman peretasan dan pencurian data rahasia negara.
TNI perlu menyiapkan berbagai hal berupa anggaran, infrastruktur, dan personil. TNI juga perlu menyiapkan doktrin sebagai perangkat lunak bagi berjalannya operasi militer di ruang siber. Selain itu, penyiapan anggota spesialis siber juga akan menjadi hal yang menantang, mengingat mereka yang ahli dalam bidang siber, sangat mungkin berbeda karakteristik fisik dan psikologis dengan tentara yang disiapkan untuk kombatan di medan perang konvensional. TNI bisa merekrut mereka dari jalur-jalur yang khusus yang mungkin berbeda dengan mekanisme rekrutmen seperti jalur akademi militer dan harus sigap dalam melakukan talent scouting agar mendapat patriot-patriot berbakat siber dengan keahlian luar biasa.
Rakyat Indonesia tentu berharap pasukan siber TNI tetap menjadi institusi yang paling dipercaya rakyat, yang tetap berdiri di atas semua golongan, dan hanya memiliki kepentingan untuk membela merah putih dari serangan siber yang datang dari luar maupun dari dalam. Dirgahayu 79 tahun TNI dan selamat datang TNI Angkatan Siber! Justru bukan hanya di darat, laut, dan udara, tetapi di ruang siber pun Indonesia harus jaya!
Pasukan Siber Bukan Pembendung Kebebasan Berpendapat
Meski pembentukan Angkatan Siber atau unit militer yang menangani siber perlu didukung untuk menghadapi ancaman serangan siber, masyarakat sipil perlu terus mencermati bagaimana tugas dan fungsi dari pasukan siber yang akan dibentuk. Negara dan TNI tentu tidak berharap pasukan siber yang dimaksud menjadi alat kepentingan politik yang fungsinya hanya membentuk atau menyeimbangkan opini di masyarakat. Masyarakat juga berharap bahwa pasukan siber yang dibentuk bukanlah dalam rangka membela kepentingan elite politik yang sedang berkuasa, yang dapat berdampak memundurkan kehidupan demokratis di Indonesia.Sebagai negara demokratis ketiga terbesar di dunia, kehadiran pasukan siber bukanlah seperti di Vietnam yang juga bertugas untuk menyensor pendapat-pendapat yang melakukan kritik terhadap pemerintah, mempengaruhi opini di masyarakat untuk kepentingan elit partai komunis, atau penyebaran propaganda negara. Hal ini kemudian menimbulkan kritik dan balasan dari sebagian rakyat Vietnam terhadap kehadiran pasukan siber Force 47 tersebut. Perlawanan rakyat terhadap institusi militer negara, justru dapat berdampak buruk terhadap kepercayaan dan dukungan rakyat terhadap institusi militer. Bahkan, dapat pula berpotensi melemahkan fokus utama pendirian pasukan siber berupa memerangi ancaman peretasan dan pencurian data rahasia negara.
TNI perlu menyiapkan berbagai hal berupa anggaran, infrastruktur, dan personil. TNI juga perlu menyiapkan doktrin sebagai perangkat lunak bagi berjalannya operasi militer di ruang siber. Selain itu, penyiapan anggota spesialis siber juga akan menjadi hal yang menantang, mengingat mereka yang ahli dalam bidang siber, sangat mungkin berbeda karakteristik fisik dan psikologis dengan tentara yang disiapkan untuk kombatan di medan perang konvensional. TNI bisa merekrut mereka dari jalur-jalur yang khusus yang mungkin berbeda dengan mekanisme rekrutmen seperti jalur akademi militer dan harus sigap dalam melakukan talent scouting agar mendapat patriot-patriot berbakat siber dengan keahlian luar biasa.
Rakyat Indonesia tentu berharap pasukan siber TNI tetap menjadi institusi yang paling dipercaya rakyat, yang tetap berdiri di atas semua golongan, dan hanya memiliki kepentingan untuk membela merah putih dari serangan siber yang datang dari luar maupun dari dalam. Dirgahayu 79 tahun TNI dan selamat datang TNI Angkatan Siber! Justru bukan hanya di darat, laut, dan udara, tetapi di ruang siber pun Indonesia harus jaya!
(abd)
Lihat Juga :