Jokowi Terima Brevet Hiu Kencana, KSAL: Beliau Berkontribusi Bangun Kekuatan Kapal Selam

Sabtu, 28 September 2024 - 12:43 WIB
loading...
Jokowi Terima Brevet...
KSAL Laksamana TNI Muhammad Ali mengungkapkan pemberian Brevet Kehormatan Hiu Kencana kepada Presiden Jokowi karena kontribusinya membangun kekuatan armada kapal selam. Foto/SINDOnews/raka dwi novianto
A A A
JAKARTA - Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali mengungkapkan alasannya menyematkan Brevet Kehormatan Hiu Kencana kepada Presiden Joko Widodo ( Jokowi ). Menurut Ali, Presiden Jokowi telah berkontribusi besar terhadap TNI AL khususnya terkait pengadaan alutsista.

"Ya, sebenarnya rencananya penyematan ini memang utamanya pada Presiden Joko widodo, karena beliau sudah banyak sekali membantu TNI, khususnya TNI Angkatan Laut dan khususnya satuan kapal selam dalam meningkatkan dan membangun kekuatan dari armada kapal selam itu," kata Ali di Markas Komando Lintas Laut Militer Jakarta, Sabtu (28/9/2024).

Ali mengatakan, pada pemerintah Presiden Jokowi melalui Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto yang menginisiasi kembali pengadaan kapal salam.

Baca juga: Presiden Jokowi Bersama Prabowo Saksikan Parade Armada Tempur TNI AL

"Ya, di zaman beliau inilah dibantu oleh Menterinya beliau yaitu Bapak Menhan, Bapak Presiden terpilih juga untuk mengadakan kembali kapal selam, meningkatkan kekuatan armada kapal selam di negara ini. Makanya disematkan Brevet Kehormatan Hiu Kencana," kata Ali.

Ali juga mengungkapkan, pemberian Brevet Kehormatan Hiu Kencana juga diberikan TNI AL kepada para presiden terdahulu mulai dari Soekarno hingga Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Baca juga: Apa Itu Brevet Kehormatan Hiu Kencana yang Diterima Presiden Jokowi?

"Nah, tapi penyematan Brevet Kehormatan Hiu Kencana ini memang dari sejarahnya selalu diberikan pada hampir seluruh Presiden Indonesia ya. Dari Presiden Soeharto zaman Trikora, kemudian Presiden Soekarno awalnya, kemudian Presiden Soeharto, kemudian Presiden Habibie pada saat beliau masih menjadi Menristek sudah disematkan, kemudian Ibu Megawati juga, Pak SBY pada saat menjadi Menko Polhukam waktu itu sudah disematkan brevet. Jadi hampir seluruh Presiden umumnya disematkan," ungkapnya.

"Bahkan ada Sultan Bolkiah juga, Sultan Hassanah Bolkiah dari Brunei juga sudah pernah disematkan Brevet Kehormatan Hiu Kencana ini," tambahnya.

Ali mengungkapkan pihaknya juga akan memberikan Brevet Kehormatan Hiu Kencana kepada presiden terpilih Prabowo Subianto. "Pak Prabowo memang hadir juga dan akan disematkan, mungkin nanti akan kita acarakan khusus lagi untuk presiden terpilih, Pak Prabowo," tandasnya.

Diberitakan sebelumnya, Presiden Jokowi menerima Brevet Kehormatan Hiu Kencana dari Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto.

Penyematan brevet kehormatan tersebut dilakukan di atas kapal KRI dr. Radjiman Wedyodiningrat pada Markas Komando Lintas Laut Militer Jakarta, hari ini Sabtu (28/9/2024).

Brevet Kehormatan Hiu Kencana sendiri merupakan salah satu bentuk penghormatan dan penghargaan TNI AL, khususnya satuan kapal selam, yang hanya diberikan kepada tokoh, warga, maupun prajurit di jajaran TNI yang dipandang telah berjasa, serta memberikan perhatian dan perjuangan bagi TNI AL.

Presiden Jokowi juga memberikan penganugerahan Tanda Kehormatan Samkarya Nugraha kepada kepada KRl Nanggala-402 yang diterima oleh Komandan Satuan Kapal Selam (Dansatsel) Koarmada II Kolonel Laut (P) Yulius Azz Zaenal.

Turut hadir dalam penyematan tersebut Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno, Menko Polhukam Hadi Tjahjanto, Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Agus Harimurti Yudhoyono.

Lalu, hadir juga Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Sakti Wahyu Trenggono, Pj Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono, Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo dan Kepala Staf Angkatan.

(cip)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Profil Kolonel Marinir...
Profil Kolonel Marinir Profs Dhegratmen Syah Akbara, Perwira Petarung yang Jabat Dandenjaka
Kapal Induk Garibaldi...
Kapal Induk Garibaldi dan Masa Depan Strategi Maritim Indonesia
Kabar Duka, Mantan KSAL...
Kabar Duka, Mantan KSAL Laksamana TNI Purn Achmad Sutjipto Meninggal Dunia
Modernisasi Kapal Induk...
Modernisasi Kapal Induk Giuseppe Garibaldi Penting untuk Perpanjang Usia Pakai
RDP di Komisi II, Dirjen...
RDP di Komisi II, Dirjen Bina Adwil Kemendagri Ungkap 5 Kunci Penataan Lahan Pasuruan
6 Pejabat TNI AL Berganti,...
6 Pejabat TNI AL Berganti, Kadiskomlekal hingga Kadislitbangal
Inggris Sekarang Tanpa...
Inggris Sekarang Tanpa Kapal Selam Serang Nuklir Aktif, Jadi Tak Berdaya Melawan Rusia
Beijing: Asing Mata-matai...
Beijing: Asing Mata-matai China, Gunakan Kura-kura dan Ikan yang Dipasang Sensor
China Luncurkan Alat...
China Luncurkan Alat Pelacak Kapal Selam Nuklir, Bakal Ubah Perang Masa Depan
Rekomendasi
Ada Kebakaran Dekat...
Ada Kebakaran Dekat Rel, KRL Lintas Tangerang Mengalami Keterlambatan
Rakernas XVIII APEKSI...
Rakernas XVIII APEKSI Hasilkan 10 Rekomendasi untuk Perkuat Pembangunan Perkotaan
Digugat Rp1 Miliar oleh...
Digugat Rp1 Miliar oleh Keluarga Keisya Levronka, Untar Buka Suara
Berita Terkini
Gus Ipul Dukung Usulan...
Gus Ipul Dukung Usulan Sutan Takdir Alisjahbana Jadi Pahlawan: Pejuang Bahasa Indonesia
KPK terkait OTT Bupati...
KPK terkait OTT Bupati Langkat: Suap Proyek di Dinas Pendidikan dan Dinas Perkim
3 Pejabat Bea Cukai...
3 Pejabat Bea Cukai Didakwa Terima Suap Rp63,5 Miliar Terkait Kasus Impor Barang
Petisi Ahli Tampung...
Petisi Ahli Tampung Seluruh Masukan Organisasi Hukum Terkait RUU Advokat
PAN Tak Beri Bantuan...
PAN Tak Beri Bantuan Hukum ke Bupati Langkat yang Kena OTT KPK, Viva Yoga: Tanggung Jawab Pribadi
MUI Susun Naskah Akademik...
MUI Susun Naskah Akademik RUU Pidana LGBT, Gus Ipul: Patut Ditindaklanjuti
Infografis
9 Keunggulan Kapal Selam...
9 Keunggulan Kapal Selam Mini Iran yang Membuat Kapal Induk AS Menjauh
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved