alexametrics

ACT Bantu Pengungsi Muslim Uighur di Turki

loading...
ACT Bantu Pengungsi Muslim Uighur di Turki
Ketua Dewan Pembina ACT Ahyudi (kanan) dan Ketua Majelis Nasional Turkistan Timur, Seyit Tumturk. Foto/SINDOnews/Ari Sandita
A+ A-
JAKARTA - Aksi Cepat Tanggap (ACT) bertemu dengan Majelis Nasional Turkistan Timur di Gedung Menara 165, Jakarta Selatan, Kamis (28/11/2019).

Dalam pertemuan antara Ketua Dewan Pembina ACT Ahyudi dan Ketua Majelis Nasional Turkistan Timur, Seyit Tumturk dibahas mengenai bantuan untuk etnis Muslim Uighur yang mengungsi di Turki.

"Buah pertemuan silaturahim ACT dengan dua tokoh Uigur dari Turki, insya Allah kami memberikan bantuan baru di tahun 2020 ini. Ada empat hal yang kami lakukan untuk membantu saudara-saudara kita (masyarakat muslim Uighur-red) yang ada di Turki," ujarnya kepada wartawan, Kamis (28/11/2019). (Baca juga: Hari Guru Nasional, ACT Beri Bantuan Seribu Guru Honorer)



Adapun empat hal tersebut, pertama ACT memberikan bantuan hidup kepada 1.000 yatim piatu Uighur yang ada di pengungsian, khususnya di Turki.

Kedua, ACT akan membangun kamp penampungan para yatim piatu untuk pengungsi Uigur di Turki, sebagaimana ACT lakukan untuk Rohingya sebelumnya, yakni dua gedung kamp pengungsian dengan bangunan lima lantai.

"Ketiga, ACT memberikan bantuan hidup selayaknya untuk seratus guru Uighur di kamp pengungsian yang memberika pelajaran dan pendidikan untuk anak-anak pengungsian Uighur," katanya.

Bantuan untuk guru diberikan sebagai salah satu upaya penyelamatan anak-anak Uighur gerenasi ke depan itu dengan berlangsungnya pendidikan.

Keempat, ACT memberikan bantuan 1.000 ton pangan di tahun 2020 mendatang, diharapkan bantuan itu cukup untuk seribu kepala keluarga pengungsi Uigur.

"Empat hal itu kita laksanakan di bulan Januari 2020 mendatang dan semoga apa yang kita lakukan itu mendapatkan pula dukungan seluas-luasnya dari massyarakat Indonesia," terangnya.

ACT, kata dia, sejatinya telah memberikan batuan sejak tahun 2018 ke masyarakat Uighur yang mengungsi di Turki, bantuan itu pun terus berjalan disamping bantuan baru yang bakal diberikan pada tahun 2020 mendatang.

Adapun bantuan yang selama ini diberikan itu, seperti mendukung dapur-dapur umum, kebutuhan pangan dan perlengkapan di madrasah-madrasah pengungsi Uighur, santuan untuk keluarga-keluarga pengungsi, serta trauma healing khususnya pada anak-anak.

ACT, lanjut dia, memberikan bantuan hidup tersebut karena ACT memiliki moto Indonesia Dermawan dan bantuan itu dilakukan atas nama bangsa serta umat Islam di Indonesia. Selain itu, tindakan tersebut merupakan bukti nyata bangsa Indonesia menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusaan dan antikekerasan.

"Tragedi kemanusian perlu disolusi oleh energi kemanusiaan dan ACT sebagai lembaga kemanusiaan tentunya menberikan bantuan kemanusiaan. Semoga ini bisa menjadi penyemangat hidup bagi suadara-suadara kita Uighur," lanjutnya.

Sementara itu, Ketua Majelis Nasional Turkistan Timur (Uigur), Seyit Tumturk mengapresiasi dan berterima kasih pada pemerintah Indonesia dan Pemerintah Turki yang turut membantu masyarakat Uighur, khususnya ACT.

Pasalnya, ada ratusan ribu masyarakat Uigur yang mengungsi di Turki dan membutuhkan perhatian, khususnya kebutuhan hidup yang mendasar.

"Secara umum, masyarakat Uighur di Turki dalam kondisi baik, tapi masih ada kebutuhan khusus dan pribadi, baik untuk sahabat yatim, guru, dan masyarakat Uighur yang ada di Turki yang mencapai puluhan ribu, bahkan seratus ribu lebih. Kita terima kedermawanan masyarakat Indonesia dan lembaga di Indonesia, khususnya ACT," katanya.
(dam)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak