Grogi Pimpin Rapat dengan Prabowo, Ketua Komisi I DPR: Beliau Melekat 96 Juta Suara Pemilih
Rabu, 25 September 2024 - 16:39 WIB
loading...
Raker Komisi I dan Menhan Prabowo Subianto di ruang rapat Komisi I DPR, Komplek Gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (25/9/2024). FOTO/SINDOnews/ACHMAD AL FIQRI
A
A
A
JAKARTA - Ketua Komisi I DPR Meutya Hafid mengaku harus mengumpulkan keberanian memimpin rapat bersama Menteri Pertahanan ( Menhan) Prabowo Subianto . Menurut Meutya, melekat 96 juta suara pemilih bersama Prabowo sebagai presiden terpilih.
"Saya sebelum membuka akan sampaikan bahwa saya sebetulnya mengumpulkan keberanian luar biasa dan cukup lama untuk mengundang mitra kami Pak Menhan," kata Meutya mengawali raker di ruang rapat Komisi I DPR, Rabu (25/9/2024).
Meutya mengaku tidak takut kepada Prabowo. Yang membuatnya harus mengumpulkan keberanian adalah karena di belakang Prabowo melekat 96 juta suara pemilih rakyat Indonesia.
"Bukan karena takut dengan Pak Prabowonya, tetapi kepada beliau saat ini melekat 96 juta suara pemilih rakyat Indonesia," tutur Meutya.
Menurutnya, raihan suara Prabowo sangat tinggi. Ia membandingkan raihan suara yang didapat dari seluruh anggota Komisi I DPR masih jauh dari raupan suara Prabowo.
"Kami dijumlah Pak Menhan, dari 50 anggota ini kalau dijumlah suara kemarin ketika pemilu, paling banter sampai 3 juta saja dari seluruh total," kata Meutya.
"Saya sebelum membuka akan sampaikan bahwa saya sebetulnya mengumpulkan keberanian luar biasa dan cukup lama untuk mengundang mitra kami Pak Menhan," kata Meutya mengawali raker di ruang rapat Komisi I DPR, Rabu (25/9/2024).
Meutya mengaku tidak takut kepada Prabowo. Yang membuatnya harus mengumpulkan keberanian adalah karena di belakang Prabowo melekat 96 juta suara pemilih rakyat Indonesia.
"Bukan karena takut dengan Pak Prabowonya, tetapi kepada beliau saat ini melekat 96 juta suara pemilih rakyat Indonesia," tutur Meutya.
Menurutnya, raihan suara Prabowo sangat tinggi. Ia membandingkan raihan suara yang didapat dari seluruh anggota Komisi I DPR masih jauh dari raupan suara Prabowo.
"Kami dijumlah Pak Menhan, dari 50 anggota ini kalau dijumlah suara kemarin ketika pemilu, paling banter sampai 3 juta saja dari seluruh total," kata Meutya.
Lihat Juga :