alexametrics

Hasilkan 71 Produk Teknologi, ITB Siap Perkuat Industri Pertahanan

loading...
Hasilkan 71 Produk Teknologi, ITB Siap Perkuat Industri Pertahanan
Rektor Institut Teknologi Bandung (ITB) Kadarsah Suryadi. Foto/dok ITB
A+ A-
BANDUNG - Institut Teknologi Bandung (ITB) menegaskan sudah menyiapkan berbagai hasil teknologi untuk memperkuat industri pertahanan di Tanah Air.

Tidak tanggung-tanggung, ITB menyebut sudah memiliki 71 produk teknologi yang mendukung hal tersebut.

"Produk-produk itu meliputi drone untuk pertahanan udara, kapal selam untuk pertahanan laut dan teknologi berbasis digital yang dapat digunakan untuk intelijen dalam keamanan siber," kata Rektor ITB Kadarsah Suryadi saat menghadiri seminar Pasis Pendidikan Reguler (Dikreg) XLVI Sesko TNI Tahun Anggaran 2019 di Sekolah Staf dan Komando (Sesko) TNI, Jalan Martanegara, Kota Bandung, Rabu (20/11/2019).



Bagi ITB, kata Kadarsah, penelitian di bidang pertahanan dan keamanan sangat penting. Tidak tertutup kemungkinan ITB menjalin kerja sama dengan berbagai pihak dalam mengembangkan teknologi pertahanan. (Baca juga: Datang ke PT Pindad, Prabowo Jajal Rantis Komodo)

Kerja sama itu, sambung dia, bisa berupa penelitian, dan pengembangan dengan berbagai pihak terkait untuk mendukung TNI-Polri, kementerian, dan lembaga lain.

"Ini yang dijalankan dan berujung produk komersial dan hankam," ujar Kadarsah.

Sebelumnya, Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto mengakui industri pertahanan Indonesia masih memiliki banyak kekurangan.

Dia pun menegaskan tengah mencari solusi atas persoalan tersebut. "Ya kekurangannya banyak sekali yah, kehidupan kan selalu penuh kekurangan. Jadi sekarang masalahnya adalah bagaimana kita cari solusi terhadap kekurangan-kekurangan tersebut," ujar Prabowo Subianto sebelum memasuki ruang rapat Komisi I DPR, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin 11 November 2019.
(dam)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak