alexametrics

Kompetisi Nasional Peradilan Semu Peradi Diminati Banyak Kampus

loading...
Kompetisi Nasional Peradilan Semu Peradi Diminati Banyak Kampus
National Moot Court Competition (NMCC) atau Kompetisi Nasional Peradilan Semu yang diselenggarakan Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) diminati banyak kampus. Foto/Istimewa
A+ A-
JAKARTA - National Moot Court Competition (NMCC) atau Kompetisi Nasional Peradilan Semu yang diselenggarakan Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) diminati banyak kampus. Hal itu ditandai dengan terdaftarnya 51 universitas dan sekolah tinggi dari berbagai wilayah Indonesia.

Wakil Ketua Panitia NMCC Peradi, Rivai Kusumanegara menjelaskan selama ini kompetisi sejenis diikuti 10 hingga 16 kampus. Bahkan beberapa di antaranya di bawah 10 kampus. Sehingga dapat dikatakan animo terhadap NMCC Peradi cukup tinggi.

"Sejak awal kami sudah memperkirakannya, sehingga dibuat babak eliminasi. Animo NMCC ini cukup spektakuler dan jadi penyemangat kami," ujar Rivai dalam rilis yang diterima SINDOnews, Sabtu (16/11/2019).



Kompetisi ini pertama kali diadakan di Indonesia dengan topik hukum tata usaha negara dan sistem pemberkasan e-litigation. Dimana penyerahan berkas dilakukan dengan cara upload pada website yang disediakan Peradi, sehingga efisien dan dapat diakses dari wilayah manapun.

Dalam seleksi administrasi yang berlangsung hingga tanggal 17 Oktober 2019, terdapat 35 universitas dan sekolah tinggi yang mengupload berkas gugatan beserta surat keterangan dekan. Selanjutnya 35 surat gugatan diserahkan pada Dewan Juri Babak Eliminasi yang terdiri dari unsur hakim, dosen dan advokat.

Setelah melalui serangkaian penilaian, 12 delegasi dengan nilai terbaik dinyatakan lolos Babak Eliminasi yakni Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga, Universitas Muhamadiyah Yogyakarta, Universitas Airlangga, Universitas Krisnadwipayana, Universitas Sebelas Maret, Universitas Hassanudin, Universitas Bandar Lampung, Universitas Katolik Darma Cendika, Universitas Sumatera Utara, Sekolah Tinggi Ilmu Hukum Sumpah Pemuda, Universitas Muhammadiyah Surakarta dan terakhir Universitas Negeri Semarang.

Rivai menjelaskan 12 delegasi akan mengikuti Workshop dengan Trainer dari unsur hakim, dosen dan advokat di 4 kota berbeda. Tujuannya agar seluruh delegasi memahami praktik peradilan tata usaha negara dan mampu menyajikan simulasi yang baik dalam Babak Penyisihan maupun Babak Final yang akan digelar bulan Februari 2020.

"Awalnya workshop akan diadakan akhir November ini. Namun karena berbenturan dengan Rakernas Peradi, maka dimulai awal Desember 2019," jelas Rivai.

Selain Piala Bergilir, Peradi menyediakan Piala Juara 1 hingga Piala Juara 3 termasuk Dana Pembinaan dan Bea Siswa Pendidikan Advokat dengan total sebesar Rp95 juta rupiah.

Ketua Umum Peradi, Fauzie Yusuf Hasibuan menjelaskan kegiatan NMCC Peradi ini bertujuan untuk membangun pendidikan hukum serta mempersiapkan generasi penerus untuk menjadi penegak hukum yang profesional, cerdas dan berintegritas.
(kri)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak