PPATK Klaim Sudah Kirim Laporan PPDS Undip ke KPK Sejak 2022 Tapi Dicueki
Rabu, 18 September 2024 - 14:45 WIB
loading...
Kepala PPATK Ivan Yustiavandana mengaku sudah mengirim laporan PPDS Undip ke KPK sejak 2022 lalu tapi tidak digubris. Foto/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan ( PPATK ) mengklaim sudah mengirim laporan hasil analisis terkait Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) di Universitas Diponegoro (Undip) ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sejak 2020. Namun laporan itu disebut tak digubris alias dicueki.
Hal ini terungkap saat Deputi Pencegahan dan Monitoring KPK, Pahala Nainggolan dicecar oleh Kepala PPATK Ivan Yustiavandana ketika menjalani tes wawancara Capim KPK.
"Tadi (pernyataan) Pak Pahala menarik, 'bagusnya semua kembali saling lapor'. Saya catat itu, bagus. Tapi faktanya laporan PPATK saja dicuekin banyak," kata Ivan di Kantor Kemensetneg, Jakarta, Rabu (18/9/2024).
Baca juga: Tes Wawancara Capim KPK, Pahala Nainggolan Dicecar Kelanjutan Dugaan Gratifikasi Kaesang
Ivan pun mengambil contoh beberapa kasus yang sedang jadi sorotan belakangan ini. Termasuk adanya dugaan bullying berupa pungutan yang dibebankan ke mahasiswa baru PPDS Undip.
Hal ini terungkap saat Deputi Pencegahan dan Monitoring KPK, Pahala Nainggolan dicecar oleh Kepala PPATK Ivan Yustiavandana ketika menjalani tes wawancara Capim KPK.
"Tadi (pernyataan) Pak Pahala menarik, 'bagusnya semua kembali saling lapor'. Saya catat itu, bagus. Tapi faktanya laporan PPATK saja dicuekin banyak," kata Ivan di Kantor Kemensetneg, Jakarta, Rabu (18/9/2024).
Baca juga: Tes Wawancara Capim KPK, Pahala Nainggolan Dicecar Kelanjutan Dugaan Gratifikasi Kaesang
Ivan pun mengambil contoh beberapa kasus yang sedang jadi sorotan belakangan ini. Termasuk adanya dugaan bullying berupa pungutan yang dibebankan ke mahasiswa baru PPDS Undip.
Lihat Juga :