BSSN dan TUV Rheinland Kolaborasi Tingkatkan Kesadaran Keamanan Siber
Selasa, 17 September 2024 - 18:34 WIB
loading...
A
A
A
Sistem ini memiliki risiko lebih tinggi dibandingkan dengan sistem IT karena kerentanan terhadap serangan siber yang meningkat. Seiring berkembangnya digitalisasi di berbagai sektor, ancaman terhadap teknologi operasional menjadi semakin kompleks, terutama ketika terhubung ke jaringan global yang melibatkan banyak pihak.
“Tujuan seminar ini menyosialisasikan regulasi yang telah diterbitkan dalam Perpres No 82 Tahun 2022 sekaligus meningkatkan kesadaran akan tingginya potensi serangan siber pada infrastruktur teknologi operasional. Kami ingin memberikan informasi terkait apa itu keamanan teknologi operasional, risiko yang dihadapi, dan strategi untuk memastikan keamanan infrastruktur teknologi operasional,” ungkap Nyoman.
Sementara, Global Field Manager I.07 Cyber Security and Functional Safety TUV Rheinland Manuel Diez mengatakan, Indonesia saat ini menghadapi lebih dari 3.300 serangan siber setiap minggunya. Secara global, kerugian kejahatan siber diperkirakan hingga triliunan dolar AS pada tahun 2026.
Dia juga menekankan bahwa infrastruktur penting seperti transportasi dan energi telah menjadi target serangan ransomware yang menuntut tebusan hingga jutaan dolar. "Ini hanya salah satu contoh dari banyaknya ancaman yang mengincar infrastruktur kritis," ucapnya.
“Tujuan seminar ini menyosialisasikan regulasi yang telah diterbitkan dalam Perpres No 82 Tahun 2022 sekaligus meningkatkan kesadaran akan tingginya potensi serangan siber pada infrastruktur teknologi operasional. Kami ingin memberikan informasi terkait apa itu keamanan teknologi operasional, risiko yang dihadapi, dan strategi untuk memastikan keamanan infrastruktur teknologi operasional,” ungkap Nyoman.
Sementara, Global Field Manager I.07 Cyber Security and Functional Safety TUV Rheinland Manuel Diez mengatakan, Indonesia saat ini menghadapi lebih dari 3.300 serangan siber setiap minggunya. Secara global, kerugian kejahatan siber diperkirakan hingga triliunan dolar AS pada tahun 2026.
Dia juga menekankan bahwa infrastruktur penting seperti transportasi dan energi telah menjadi target serangan ransomware yang menuntut tebusan hingga jutaan dolar. "Ini hanya salah satu contoh dari banyaknya ancaman yang mengincar infrastruktur kritis," ucapnya.
(jon)
Lihat Juga :