Risiko Persiapan Pilkada di Tengah Pandemi
Kamis, 27 Agustus 2020 - 12:04 WIB
loading...
Bambang Soesatyo
A
A
A
Bambang Soesatyo
Ketua MPR RI, Wakil Ketua Umum Kadin
AKIBAT pandemi Covid-19 yang berkepanjangan, masyarakat paham dengan sendirinya tentang tantangan riil bersama, sekarang dan di waktu-waktu mendatang. Persoalan riil sekaligus prioritas masalah adalah melindungi sekaligus merawat kesehatan masyarakat dari ancaman Covid-19, dan aspek lain yang tak kalah pentingnya adalah strategi dan upaya memulihkan perekonomian.
Karena itu, menuju pelaksanaan pemilihan kepala daerah (Pilkada) 2020 pada Desember nanti, komunitas pemilih hendaknya mulai menyimak dengan seksama program-program yang ditawarkan atau dijanjikan oleh para pasangan calon (Paslon). Komunitas pemilih disarankan untuk benar-benar peduli. Pandemi Covid-19 menghadirkan ancaman serius bagi kesehatan masyarakat.
Dan, karena durasinya yang berkepanjangan, pandemi Covid-19 pun sudah menyebabkan kerusakan pada sendi-sendi perekonomian. Ancaman kesehatan dan kerusakan ekonomi itu tidak hanya dirasakan pada tingkat negara, melainkan hingga ke setiap rumah tangga, baik di perkotaan maupun desa. Maka, kepada komunitas pemilih, disarankan untuk menyimak betul persepsi para Paslon tentang dua masalah strategis ini, dan bagaimana para Paslon menawarkan jalan keluar.
Selain itu, kepedulian para Paslon atas dua masalah itu juga bisa diukur dari tindakan atau aksi mereka membuat persiapan, terutama pada periode kampanye. Kepada Setiap Paslon dan tim suksesnya yang bekerja di lapangan, komunitas pemilih harus menuntut mereka mampu mengendalikan massa pendukung. Kegiatan seperti sosialisasi figur Paslon dan program-programnya harus tetap berpatokan pada protokol kesehatan. Tidak boleh ada pengerahan massa di ruang publik, atau mengumpulkan orang dalam jumlah banyak yang menyebabkan terjadinya kerumunan.
Ketua MPR RI, Wakil Ketua Umum Kadin
AKIBAT pandemi Covid-19 yang berkepanjangan, masyarakat paham dengan sendirinya tentang tantangan riil bersama, sekarang dan di waktu-waktu mendatang. Persoalan riil sekaligus prioritas masalah adalah melindungi sekaligus merawat kesehatan masyarakat dari ancaman Covid-19, dan aspek lain yang tak kalah pentingnya adalah strategi dan upaya memulihkan perekonomian.
Karena itu, menuju pelaksanaan pemilihan kepala daerah (Pilkada) 2020 pada Desember nanti, komunitas pemilih hendaknya mulai menyimak dengan seksama program-program yang ditawarkan atau dijanjikan oleh para pasangan calon (Paslon). Komunitas pemilih disarankan untuk benar-benar peduli. Pandemi Covid-19 menghadirkan ancaman serius bagi kesehatan masyarakat.
Dan, karena durasinya yang berkepanjangan, pandemi Covid-19 pun sudah menyebabkan kerusakan pada sendi-sendi perekonomian. Ancaman kesehatan dan kerusakan ekonomi itu tidak hanya dirasakan pada tingkat negara, melainkan hingga ke setiap rumah tangga, baik di perkotaan maupun desa. Maka, kepada komunitas pemilih, disarankan untuk menyimak betul persepsi para Paslon tentang dua masalah strategis ini, dan bagaimana para Paslon menawarkan jalan keluar.
Selain itu, kepedulian para Paslon atas dua masalah itu juga bisa diukur dari tindakan atau aksi mereka membuat persiapan, terutama pada periode kampanye. Kepada Setiap Paslon dan tim suksesnya yang bekerja di lapangan, komunitas pemilih harus menuntut mereka mampu mengendalikan massa pendukung. Kegiatan seperti sosialisasi figur Paslon dan program-programnya harus tetap berpatokan pada protokol kesehatan. Tidak boleh ada pengerahan massa di ruang publik, atau mengumpulkan orang dalam jumlah banyak yang menyebabkan terjadinya kerumunan.