Cerita AHY Digendong Prajurit TNI saat SBY Tugas di Timor Timur
Minggu, 15 September 2024 - 06:42 WIB
loading...
A
A
A
Ketum Partai Demokrat itu menyebut sekeluarga saat itu tinggal di sebuah rumah dinas di kawasan Dili, Timor-Timur. AHY menyadari bahwa memilih warga negara bukan suatu yang enteng bagi seseorang.
"Saya sekeluarga tinggal di Dili. Saya masih ingat rumah dinasnya itu di Jalan Ameriko Thomas. Batalyonnya Taibesi, Bandaranya Komoro. Tetapi kita tidak boleh terjebak di masa lalu. Kita lihat hari ini dan ke depan, tapi tidak boleh melupakan masa lalu. Karena tanpa masa lalu tidak ada kita hari ini. Tidak ada masa depan Indonesia juga. Tanpa mengapresiasi masa lalu," ujarnya.
"Banyak prajurit-prajurit kita dulu gugur di medan pertempuran. Dan ketika sejarah menakdirkan, harus memilih, harus memilih sesuatu yang sangat mendasar dalam kehidupan. Memilih kewarganegaraan. Bukan sesuatu yang enteng-enteng begitu saja. Tapi, harus didorong oleh keyakinan bahwa dengan memilih kewarganegaraan, kita bisa mendapatkan hak-hak kita sebagai warga negara," katanya.
AHY mengatakan ketika mendapatkan amanah menjadi pemimpin di Kementerian ATR/BPN, salah satu prioritas yang langsung ditangani yakni menuntaskan status hak atas tanah di NTT.
"Bagaimana kita bisa segera menuntaskan status sekaligus juga hak atas tanah bagi masyarakat atau warga eks pejuang Timor-Timur betul-betul di negara ini. Dan alhamdulillah, betul, sebetulnya saya merencanakan sejak beberapa saat yang lalu," ucapnya.
"Saya sekeluarga tinggal di Dili. Saya masih ingat rumah dinasnya itu di Jalan Ameriko Thomas. Batalyonnya Taibesi, Bandaranya Komoro. Tetapi kita tidak boleh terjebak di masa lalu. Kita lihat hari ini dan ke depan, tapi tidak boleh melupakan masa lalu. Karena tanpa masa lalu tidak ada kita hari ini. Tidak ada masa depan Indonesia juga. Tanpa mengapresiasi masa lalu," ujarnya.
"Banyak prajurit-prajurit kita dulu gugur di medan pertempuran. Dan ketika sejarah menakdirkan, harus memilih, harus memilih sesuatu yang sangat mendasar dalam kehidupan. Memilih kewarganegaraan. Bukan sesuatu yang enteng-enteng begitu saja. Tapi, harus didorong oleh keyakinan bahwa dengan memilih kewarganegaraan, kita bisa mendapatkan hak-hak kita sebagai warga negara," katanya.
AHY mengatakan ketika mendapatkan amanah menjadi pemimpin di Kementerian ATR/BPN, salah satu prioritas yang langsung ditangani yakni menuntaskan status hak atas tanah di NTT.
"Bagaimana kita bisa segera menuntaskan status sekaligus juga hak atas tanah bagi masyarakat atau warga eks pejuang Timor-Timur betul-betul di negara ini. Dan alhamdulillah, betul, sebetulnya saya merencanakan sejak beberapa saat yang lalu," ucapnya.
(abd)
Lihat Juga :