Minta Para Menteri Jaga Situasi Kondusif, Jokowi: Jangan Bikin Kebijakan Ekstrem
Jum'at, 13 September 2024 - 09:41 WIB
loading...
Presiden Jokowi meminta menteri kabinetnya untuk menjaga situasi tetap kondusif agar stabilitas tetap tumbuh, di Istana Garuda, IKN, Jumat (13/9/2024). Foto/Dok/Setkab
A
A
A
JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta menteri kabinetnya untuk menjaga situasi tetap kondusif agar stabilitas tetap tumbuh. Hal itu disampaikan Jokowi dalam pengantarnya pada sidang kabinet paripurna di Istana Garuda, Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan Timur, Jumat (13/9/2024).
"Menjaga situasi yang kondusif kita butuh stabilitas untuk tetap tumbuh, kita butuh stabilitas untuk melakukan pembangunan. Sehingga pastikan jangan sampai ada riak-riak gejolak sampai pemerintahan berikutnya terbentuk," kata Jokowi.
Jokowi juga meminta menteri kabinetnya untuk menjaga inflasi serta tidak membuat kebijakan ekstrem yang merugikan masyarakat.
"Artinya kita harus bisa menjaga daya beli masyarakat, jaga inflasi, menjaga pertumbuhan, menjaga ketertiban dan jangan membuat kebijakan-kebijakan yang ekstrem terutama yang berkaitan dengan hajat hidup orang banyak yang berpotensi merugikan masyarakat luas yang berpotensi menimbulkan gejolak," ungkapnya.
Baca juga: Nginep di Kantor Presiden IKN, Jokowi Ngaku Tidak Nyenyak Tidur
Sebelumnya, Presiden Jokowi memimpin sidang kabinet paripurna di Istana Garuda, Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan Timur pada pagi hari ini Jumat (13/9/2024).
Dalam pengantarnya Jokowi menyebut bahwa sidang kabinet hari ini merupakan sidang terkahir dari kabinet Indonesia maju.
"Menjaga situasi yang kondusif kita butuh stabilitas untuk tetap tumbuh, kita butuh stabilitas untuk melakukan pembangunan. Sehingga pastikan jangan sampai ada riak-riak gejolak sampai pemerintahan berikutnya terbentuk," kata Jokowi.
Jokowi juga meminta menteri kabinetnya untuk menjaga inflasi serta tidak membuat kebijakan ekstrem yang merugikan masyarakat.
"Artinya kita harus bisa menjaga daya beli masyarakat, jaga inflasi, menjaga pertumbuhan, menjaga ketertiban dan jangan membuat kebijakan-kebijakan yang ekstrem terutama yang berkaitan dengan hajat hidup orang banyak yang berpotensi merugikan masyarakat luas yang berpotensi menimbulkan gejolak," ungkapnya.
Baca juga: Nginep di Kantor Presiden IKN, Jokowi Ngaku Tidak Nyenyak Tidur
Sebelumnya, Presiden Jokowi memimpin sidang kabinet paripurna di Istana Garuda, Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan Timur pada pagi hari ini Jumat (13/9/2024).
Dalam pengantarnya Jokowi menyebut bahwa sidang kabinet hari ini merupakan sidang terkahir dari kabinet Indonesia maju.
Lihat Juga :