Kesederhanaan Paus Fransiskus Harus Jadi Contoh Gaya Hidup Pejabat
Rabu, 04 September 2024 - 19:42 WIB
loading...
A
A
A
Hedonis tidak kuasa mengontrol hasrat untuk mendapatkan sesuatu. "Dorongan bermewah-mewah sebagai sikap hedonisme merupakan pemicu perilaku korup para pejabat. Padahal, pejabat-pejabat yang digaji dari uang rakyat seharusnya bekerja dan menjadi pelayan rakyat, bukan sebaliknya," imbuhnya.
Di akhir analisisnya, mantan Ketua Komisi III DPR RI ini menilai sikap kesederhanaan seorang Sri Paus yang memimpin lebih dari 1,2 miliar umat Katolik di seluruh dunia itu tentu menimbulkan pertanyaan besar bagi banyak pihak. Salah satunya, ketidakmampuan pejabat di Indonesia untuk meniru cara hidup Sri Paus. "Mengapa kebanyakan pejabat di Indonesia justru ketagihan dengan fasilitas mewah dan terjebak dalam gaya hidup hedon? Bukankah yang lebih penting adalah bagaimana mereka bisa melayani dan membawa perubahan positif bagi masyarakat?" kata Pieter Zulkifli.
Dia berpandangan kesederhanaan Sri Paus adalah sebuah tamparan bagi para pejabat di Indonesia. Menurutnya, pesan yang disampaikan Sri Paus bukan hanya soal gaya hidup, tetapi juga soal moralitas dan integritas. "Pejabat publik seharusnya menjadi teladan bagi masyarakat, bukan sebaliknya. Mereka seharusnya menunjukkan bahwa kekayaan bukanlah ukuran keberhasilan, tetapi bagaimana mereka bisa melayani dan membawa perubahan positif bagi masyarakat," kata dia.
Dia menilai masyarakat Indonesia kini semakin kritis dan peka terhadap gaya hidup para pemimpinnya. Pieter Zulkifli menyebut masyarakat tidak lagi mudah terpana dengan kemewahan yang ditampilkan, tetapi lebih memperhatikan sejauh mana para pemimpin ini benar-benar bekerja untuk kesejahteraan rakyat.
Dirinya kembali menekankan jika kesederhanaan Sri Paus adalah contoh nyata bahwa kekuasaan dan tanggung jawab tidak harus datang dengan kemewahan. Sebaliknya, itu bisa dan seharusnya datang dengan kerendahan hati dan kesederhanaan.
"Bagi para pejabat di Indonesia, ini adalah saat yang tepat untuk merenungkan kembali apa yang benar-benar penting dalam menjalankan amanah yang telah dipercayakan kepada mereka. Apakah mereka akan mengikuti teladan kesederhanaan ini, atau terus mempertahankan gaya hidup mewah yang akhirnya bisa merusak kepercayaan rakyat?" tegas Pieter Zulkifli.
Kunjungan Paus Fransiskus ke Indonesia pada 3-6 September 2024 dinilai merupakan kehormatan tersendiri bagi Indonesia. Indonesia menjadi negara pertama yang dikunjungi Paus Fransiskus dalam rangkaian lawatan ke Asia Pasifik selama 12 hari di Asia Tenggara. Selain Indonesia, Paus ke-266 ini juga akan mengunjungi Papua Niugini, Timor Leste, dan Singapura.
Di akhir analisisnya, mantan Ketua Komisi III DPR RI ini menilai sikap kesederhanaan seorang Sri Paus yang memimpin lebih dari 1,2 miliar umat Katolik di seluruh dunia itu tentu menimbulkan pertanyaan besar bagi banyak pihak. Salah satunya, ketidakmampuan pejabat di Indonesia untuk meniru cara hidup Sri Paus. "Mengapa kebanyakan pejabat di Indonesia justru ketagihan dengan fasilitas mewah dan terjebak dalam gaya hidup hedon? Bukankah yang lebih penting adalah bagaimana mereka bisa melayani dan membawa perubahan positif bagi masyarakat?" kata Pieter Zulkifli.
Dia berpandangan kesederhanaan Sri Paus adalah sebuah tamparan bagi para pejabat di Indonesia. Menurutnya, pesan yang disampaikan Sri Paus bukan hanya soal gaya hidup, tetapi juga soal moralitas dan integritas. "Pejabat publik seharusnya menjadi teladan bagi masyarakat, bukan sebaliknya. Mereka seharusnya menunjukkan bahwa kekayaan bukanlah ukuran keberhasilan, tetapi bagaimana mereka bisa melayani dan membawa perubahan positif bagi masyarakat," kata dia.
Dia menilai masyarakat Indonesia kini semakin kritis dan peka terhadap gaya hidup para pemimpinnya. Pieter Zulkifli menyebut masyarakat tidak lagi mudah terpana dengan kemewahan yang ditampilkan, tetapi lebih memperhatikan sejauh mana para pemimpin ini benar-benar bekerja untuk kesejahteraan rakyat.
Dirinya kembali menekankan jika kesederhanaan Sri Paus adalah contoh nyata bahwa kekuasaan dan tanggung jawab tidak harus datang dengan kemewahan. Sebaliknya, itu bisa dan seharusnya datang dengan kerendahan hati dan kesederhanaan.
"Bagi para pejabat di Indonesia, ini adalah saat yang tepat untuk merenungkan kembali apa yang benar-benar penting dalam menjalankan amanah yang telah dipercayakan kepada mereka. Apakah mereka akan mengikuti teladan kesederhanaan ini, atau terus mempertahankan gaya hidup mewah yang akhirnya bisa merusak kepercayaan rakyat?" tegas Pieter Zulkifli.
Kunjungan Paus Fransiskus ke Indonesia pada 3-6 September 2024 dinilai merupakan kehormatan tersendiri bagi Indonesia. Indonesia menjadi negara pertama yang dikunjungi Paus Fransiskus dalam rangkaian lawatan ke Asia Pasifik selama 12 hari di Asia Tenggara. Selain Indonesia, Paus ke-266 ini juga akan mengunjungi Papua Niugini, Timor Leste, dan Singapura.
(abd)
Lihat Juga :