Pendiri Sekolah Penghapal Al-Qur'an Gratis dan Guru Al-Qur'an Tuli Diberangkatkan Umrah
Selasa, 03 September 2024 - 19:21 WIB
loading...
A
A
A
Selain Kamidi, Adika Hario Nugroho asal Salatiga yang kini berdomisili di Bekasi juga mendapatkan penghargaan umrah gratis dari Insight IM. Adika berbagi kisah perjuangannya sebagai teman tuli yang meskipun menghadapi tantangan besar karena kondisi fisiknya, namun tidak lantas menjadi hambatan untuk mengejar impian dan membantu komunitasnya.
“Saya tuli sejak kecil dan belajar di Sekolah Luar Biasa (SLB) di Salatiga. Namun, di SLB, kami tidak mendapat pemahaman yang memadai tentang kondisi kami. Setelah lulus SMA, saya bekerja sebagai tukang kayu, kemudian sebagai chef di sebuah kafe, hingga akhirnya saya menemukan makna hidup saya saat mengajar di The Little Hijabi Institute,” tutur Adika.
The Little Hijabi Institute, sekolah pertama di Indonesia yang didirikan oleh seorang Teman Tuli, menggunakan bahasa isyarat sebagai sarana komunikasi utama bagi anak-anak dan orang tua. Pada institusi ini, Adika mengajar kelas bahasa isyarat Muslim kepada mahasiswa Lembaga Ilmu Pengetahuan Islam dan Arab (LIPIA), calon ustaz-ustazah dan juga mengisi kelas kisah dalam isyarat kepada para orang tua dan mahasiswa secara luas.
Bersama The Little Hijabi Institute, Adika sedang mengembangkan bahasa isyarat khusus Islam melalui Project Isyarat Cahaya. Ia juga membantu dalam penyuntingan, ilustrasi, dan peraga isyarat untuk kamus dan video isyarat Islam. Adika berharap institusi ini dapat memiliki studio untuk menerjemahkan kajian Islam, memproduksi buku kisah Islam dalam video isyarat, serta membuka kelas bahasa isyarat di sekolah-sekolah umum.
Baik Kamidi maupun Adika, sangat terharu dan bersyukur atas kesempatan umrah yang diberikan oleh Insight Investments. Keduanya berharap bahwa penghargaan ini tidak hanya menjadi pengakuan atas usaha mereka tetapi juga bisa menjadi inspirasi bagi orang lain untuk terus berbuat baik dan membantu sesama, meskipun dalam keterbatasan
“Saya tuli sejak kecil dan belajar di Sekolah Luar Biasa (SLB) di Salatiga. Namun, di SLB, kami tidak mendapat pemahaman yang memadai tentang kondisi kami. Setelah lulus SMA, saya bekerja sebagai tukang kayu, kemudian sebagai chef di sebuah kafe, hingga akhirnya saya menemukan makna hidup saya saat mengajar di The Little Hijabi Institute,” tutur Adika.
The Little Hijabi Institute, sekolah pertama di Indonesia yang didirikan oleh seorang Teman Tuli, menggunakan bahasa isyarat sebagai sarana komunikasi utama bagi anak-anak dan orang tua. Pada institusi ini, Adika mengajar kelas bahasa isyarat Muslim kepada mahasiswa Lembaga Ilmu Pengetahuan Islam dan Arab (LIPIA), calon ustaz-ustazah dan juga mengisi kelas kisah dalam isyarat kepada para orang tua dan mahasiswa secara luas.
Bersama The Little Hijabi Institute, Adika sedang mengembangkan bahasa isyarat khusus Islam melalui Project Isyarat Cahaya. Ia juga membantu dalam penyuntingan, ilustrasi, dan peraga isyarat untuk kamus dan video isyarat Islam. Adika berharap institusi ini dapat memiliki studio untuk menerjemahkan kajian Islam, memproduksi buku kisah Islam dalam video isyarat, serta membuka kelas bahasa isyarat di sekolah-sekolah umum.
Baik Kamidi maupun Adika, sangat terharu dan bersyukur atas kesempatan umrah yang diberikan oleh Insight Investments. Keduanya berharap bahwa penghargaan ini tidak hanya menjadi pengakuan atas usaha mereka tetapi juga bisa menjadi inspirasi bagi orang lain untuk terus berbuat baik dan membantu sesama, meskipun dalam keterbatasan
(cip)
Lihat Juga :