Saksikan Super Garuda Shield, Panglima Indo Pasifik AS Dukung Modernisasi Pertahanan Indonesia
Selasa, 03 September 2024 - 18:05 WIB
loading...
A
A
A
“Darat, udara, laut, siber, informasi, semuanya sekaligus. Kami tidak melakukan ini untuk memproyeksikan kekuatan, kami melakukan ini untuk menunjukkan kemauan. Sebuah upaya agar kita tidak perlu berperang,” tambah Paparo.
Super Garuda Shield adalah latihan militer terbesar antara Amerika Serikat dan Indonesia yang melibatkan negara-negara tambahan sejak 2022. Tahun ini, personel militer dari Amerika Serikat, Indonesia, Australia, Kanada, Prancis, Jepang, Singapura, Korea Selatan, Inggris, dan Selandia Baru berpartisipasi, bersama pengamat dari Brasil, Brunei, Fiji, Jerman, India, Malaysia, Belanda, Papua Nugini, Filipina, Thailand, Timor-Leste, dan Vanuatu.
Latihan ini tidak hanya menyediakan peluang yang sangat baik untuk pertukaran profesional dan budaya melalui pembelajaran dan pelatihan bersama, namun juga terus memperkuat Perjanjian Kerja Sama Pertahanan Utama AS-Indonesia.
Paparo juga berpartisipasi dalam upacara peletakan karangan bunga bersama personel militer lokal di Monumen Nanggala. Upacara ini diadakan untuk mengenang 53 pelaut Angkatan Laut Nasional Indonesia yang gugur di kapal selam serang diesel-listrik kelas Cakra KRI Nanggala pada 2021.
Berlandaskan kemitraan yang telah berlangsung selama beberapa dekade, Amerika Serikat dan Indonesia memasuki era baru kerja sama di bawah Kemitraan Strategis Komprehensif. AS mendukung upaya Indonesia untuk melindungi hak dan kepentingannya serta mendorong Indonesia untuk terus mempromosikan stabilitas internasional dalam rangka mencapai kawasan Indo-Pasifik yang bebas dan terbuka.
Super Garuda Shield adalah latihan militer terbesar antara Amerika Serikat dan Indonesia yang melibatkan negara-negara tambahan sejak 2022. Tahun ini, personel militer dari Amerika Serikat, Indonesia, Australia, Kanada, Prancis, Jepang, Singapura, Korea Selatan, Inggris, dan Selandia Baru berpartisipasi, bersama pengamat dari Brasil, Brunei, Fiji, Jerman, India, Malaysia, Belanda, Papua Nugini, Filipina, Thailand, Timor-Leste, dan Vanuatu.
Latihan ini tidak hanya menyediakan peluang yang sangat baik untuk pertukaran profesional dan budaya melalui pembelajaran dan pelatihan bersama, namun juga terus memperkuat Perjanjian Kerja Sama Pertahanan Utama AS-Indonesia.
Paparo juga berpartisipasi dalam upacara peletakan karangan bunga bersama personel militer lokal di Monumen Nanggala. Upacara ini diadakan untuk mengenang 53 pelaut Angkatan Laut Nasional Indonesia yang gugur di kapal selam serang diesel-listrik kelas Cakra KRI Nanggala pada 2021.
Berlandaskan kemitraan yang telah berlangsung selama beberapa dekade, Amerika Serikat dan Indonesia memasuki era baru kerja sama di bawah Kemitraan Strategis Komprehensif. AS mendukung upaya Indonesia untuk melindungi hak dan kepentingannya serta mendorong Indonesia untuk terus mempromosikan stabilitas internasional dalam rangka mencapai kawasan Indo-Pasifik yang bebas dan terbuka.
(cip)
Lihat Juga :