Penelitian Vaksin Covid-19 Diintai Intelijen

Sabtu, 02 Mei 2020 - 06:26 WIB
loading...
A A A
Banyak perusahaan farmasi global yang sudah menjamin ketersediaan vaksin corona pada akhir 2020. Proses produksi vaksin diprediksi akan dimulai pada Juli mendatang. Mereka pun bersiap membangun dan memperkuat pabrik vaksin untuk produksi vaksin virus corona secara massal. Langkah itu setelah banyak perusahaan farmasi menyatakan uji klinis vaksin menunjukkan kemungkinan hasil yang mencerahkan.

Moderna Inc dan perusahaan farmasi Swiss Lonza Group AG juga sudah mengakselerasikan persiapan produksi vaksin corona. Itu dilakukan setelah mereka melaksanakan uji klinis vaksin yang diberi nama mRNA-1273. Mereka sepakat memproduksi satu miliar dosis vaksin korona dan siap transfer teknologi pada Juni mendatang. Produksi vaksin korona diprediksi pada Juli mendatang di pabrik Lonza AS.

“Semua pihak berharap perlunya produksi tambahan selain di Lonza, tetapi jika mRNA-1273 bisa digunakan di seluruh dunia,” kata Moderna Inc dan Lonza. Awal April lalu, Moderna mendapatkan dana senilai USD483 juta dari pemerintah AS untuk mengakselerasi pengembangan vaksin Covid-19.

Sementara itu, Pfizer bertujuan memproduksi 10-20 juta dosis vaksin korona yang dikembangkan dengan lembaga riset BioNtech dari Jerman akhir 2020. Mereka telah melaksanakan uji klinis pada manusia di Jerman dan akan melaksanakan uji klinis di AS. Pfizer berharap jutaan dosis vaksin itu bisa diproduksi dalam beberapa bulan. (Baca juga: CEO Sanofi Kritik Eropa Lamban Kembangkan Vaksin Corona)

Pfizer, BioNtech, bersama dengan lembaga lainnya berlomba mengembangkan vaksin virus corona. Hingga belum ada vaksin dan pengobatan yang disepakati, maka perlombaan tersebut menunjukkan kemampuan riset dan pengembangannya. Lebih dari 70 kandidat vaksin virus corona sedang diteliti, termasuk Moderna, Johnson & Johnson, dan Novavax. Banyak negara dan perusahaan mempertaruhkan miliaran dolar AS untuk vaksin yang bisa saja tidak berhasil.

CEO perusahaan farmasi AstraZeneca Pascal Soriot juga mengungkapkan, vaksin virus korona bisa tersedia terbatas pada akhir tahun. Perusahaan farmasi raksasa tersebut sepakat memproduksi dan mendistribusikan vaksin virus corona yang dikembangkan Universitas Oxford.

Universitas Oxford telah menguji coba vaksin pada manusia pekan lalu. Soriot mengungkapkan, tim Universitas Oxford bekerja dengan sangat cepat dan tepat dengan teknologi modern. “Pada Juni atau Juli, AstraZeneca percaya diri bahwa vaksin itu akan tersedia,” katanya. Saat vaksin sudah valid, proses produksi massal juga akan dilaksanakan saat itu.

AstraZeneca yang bermitra dengan Jenner Institute, Universitas Oxford, mengungkapkan data pengujian vaksin baru tersedia pertengahan Juni. Persetujuan dari otoritas kesehatan dilaksanakan pada kuartal keempat 2020 dan bisa digunakan terbatas pada akhir tahun ini.

“Harapan kita, kita bisa mengakselerasikan globalisasi vaksin untuk memerangi virus dan melindungi masyarakat dari pandemi mematikan ini,” kata Soriot dilansir BBC. Jika vaksin tersebut dinyatakan efektif, AstraZeneca akan memproduksi 10 juta dosis vaksin pada akhir tahun.

Profesor Sir John Bell dari Universitas Oxford mengatakan sangat penting kesepakatan untuk mendistribusikan vaksin di Inggris dan global. “Tantangan terberat adalah mendapatkan persetujuan regulator,” paparnya.

Vaksin untuk Semua

Sebelumnya, para pemimpin dunia bersepakat untuk mempercepat pengadaan obat dan vaksin virus korona (Covid-19) akhir April lalu. Saat bersamaan, WHO (Badan Kesehatan Dunia) meminta vaksin dan obat Covid-19 harus diakses semua negara di dunia. Namun, AS tidak ikut ambil bagian dalam inisiatif yang diluncurkan WHO tersebut.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Serangan ke Prabowo...
Serangan ke Prabowo di Medsos Tak Organik, Pengamat Curigai Pola yang Tidak Biasa
Profil Brigjen Muhammad...
Profil Brigjen Muhammad Nas, Ahli Intelijen yang Diangkat Jadi Kapuspen TNI
Pergerakan Kapal Perang...
Pergerakan Kapal Perang Asing di Selat Malaka Meningkat, Asintel Panglima TNI Kumpulkan Dansat dan Intelijen di Kepri
TNI AD Kirim 104 Perwira...
TNI AD Kirim 104 Perwira ke Pakistan, Ikuti Pendidikan Operasi Perang hingga Intelijen
Eks Kabais TNI: Pernyataan...
Eks Kabais TNI: Pernyataan Saiful Mujani dan Islah Bahrawi Bisa Dianggap sebagai Ancaman
Intelijen China Disebut...
Intelijen China Disebut Terkuat di Dunia, Pengamat Militer: Punya Kemampuan Desepsi Tinggi Sekali
Meski Sekutu Sejati,...
Meski Sekutu Sejati, Mengapa Pentagon Tingkatkan Ancaman Mata-mata Israel ke Tingkat Tertinggi?
Siapa Bill Pulte? Direktur...
Siapa Bill Pulte? Direktur Intelijen Nasional AS yang Tak Pernah Jadi Agen Rahasia
Siapa Tulsi Gabbard?...
Siapa Tulsi Gabbard? Direktur Intelijen AS yang Rela Mundur karena Pilih Dampingi Suaminya Didiagnosis Kanker Tulang
Rekomendasi
Campus League The Nationals...
Campus League The Nationals 2026 Resmi Dimulai, UPH dan BINUS Langsung Menang di Laga Pembuka
3 Yayasan Sah di Bawah...
3 Yayasan Sah di Bawah UIN Jakarta, Pengacara: Klaim Sepihak Akan Berdampak Hukum
Siap-siap Memasuki Muharram,...
Siap-siap Memasuki Muharram, Ini 4 Keutamaan Bulan Haram Tersebut!
Berita Terkini
Vesak Festival 2026,...
Vesak Festival 2026, Stafsus Menag Doakan Presiden Prabowo Diberi Kekuatan Memimpin Bangsa
Relawan Sebut Prabowo...
Relawan Sebut Prabowo Sedang Memimpin Perang Besar Melawan Mafia Ekonomi dan SDA
Ajakan Tobat Ekologis...
Ajakan Tobat Ekologis Menteri Jumhur Sangat Tepat dan Relevan
KPK Sebut Penerimaan...
KPK Sebut Penerimaan Murid Baru Masih Dibayangi Pungli
Ditetapkan Tersangka...
Ditetapkan Tersangka oleh KPK, Bupati Cilacap Syamsul Ajukan Praperadilan
Langkah Berani Kejagung...
Langkah Berani Kejagung Sentuh Korupsi MBG Jadi Sinyal Kuat Penegakan Hukum Tanpa Impunitas
Infografis
19 Menteri Bergelar...
19 Menteri Bergelar S3, Prabowo Tagih Kepintarannya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved