Jokowi Dinilai Berhasil Wujudkan Islam yang Rahmatan Lil Alamin

Senin, 07 Oktober 2019 - 10:01 WIB
Jokowi Dinilai Berhasil...
Jokowi Dinilai Berhasil Wujudkan Islam yang Rahmatan Lil Alamin
A A A
JAKARTA - Survei Pusat Studi Strategi Islam Kerajaan (The Royal Islamic Strategic Studies Centre/RISSC) dinilai mengonfirmasikan pengakuan dunia internasional terhadap komitmen keislaman Presiden Joko Widodo (Jokowi). Dari survei itu, Presiden Indonesia Jokowi kembali mendapat kehormatan dengan masuk ke dalam daftar 50 besar tokoh Muslim berpengaruh dunia.

Adapun daftar yang dipublikasikan situs The Muslim 500 untuk edisi 2020, Jokowi berada di urutan ke-13, tepat di bawah Emir Qatar, Sheikh Tamim bin Hamid Al-Thani.

Menanggapi hal itu, Anggota DPR Said Abdullah menilai survei lembaga internasional yang berkedudukan di Amman, Yordania ini mengonfirmasikan pengakuan dunia internasional terhadap komitmen keislaman Presiden Jokowi.

Hal tersebut sekaligus membuktikan bahwa Presiden Jokowi sangat pro terhadap Islam. Dengan demikian, segala tudingan negatif yang dialamatkan kepada Presiden Jokowi terbantahkan dengan sendiri. “Saya kira, Presiden Jokowi berhasil mewujudkan Islam Yang Rahmatan Lil Alamin,” ujar Said, Senin (7/10/2019).

Dia berpendapat, hasil survei ini membuktikan dunia internasional mengakui keberpihakan Presiden Jokowi terhadap Islam. Komitmen keIslaman Presiden Jokowi tercermin dalam sejumlah kebijakan ekonomi, terutama program pengentasan kemiskinan yang sejalan dengan misi ajaran Islam.

Dalam bidang ekonomi misalnya, Presiden Jokowi mendorong pemberdayaan zakat sebagai pengembangan ekonomi mikro Islam. Bagi umat Islam, pembayaran zakat merupakan bentuk ibadah yang misinya mewujudkan keadilan ekonomi bagi seluruh umat. "Jadi, Presiden Jokowi dalam berbagai kebijakannya sangat pro Islam,” katanya.

Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) ini menilai kebijakan ekonomi yang digagas Presiden Jokowi sebagai perwujudan Islam yang rahmatan lil alamin. Sebab, dengan berzakat, umat Islam bisa berbagi rezeki dan meningkatkan persaudaraan.

Bahkan sejak 2017, Presiden Jokowi melakukan pembayaran zakat penghasilannya. “Dia (Presiden Jokowi-red) juga mengajak pejabat tinggi hingga kepala daerah untuk melakukan hal yang sama," imbuhnya.

Dukungan terhadap pengembangan zakat sebagai sumber ekonomi umat tidak hanya dijalankan Presiden Jokowi secara pribadi. Sebagai kepala negara, Presiden Jokowi juga mendorong umat Islam terutama Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk membayar zakat lewat Badan Zakat Nasional (Baznas).

Bahkan Kepala Negara telah menyiapkan Peraturan Presiden (Perpres) yang mengatur pungutan zakat sebesar 2,5%. Sebab, dengan berzakat, umat Islam dapat menggerakan pertumbuhan ekonomi hingga mengentaskan kemisikinan.

Dirinya menyakini, zakat sangat penting menggerakan pertumbuhan ekonomi, menuntaskan kemiskinan, meningkatkan kesejahteraan rakyat, dan Indonesia menjadi pusat ekonomi syariah. "Kalau kebijakan ini diimplementasikan, potensi penerimaan zakat sangat besar, mencapai 271 triliun rupiah. Dana yang sangat besar untuk mengatasi kemiskinan dan ketimpangan," katanya.

Tak hanya itu, Presiden Jokowi juga mendorong kemajuan Bank Wakaf Mikro (BWM) yang hingga September 2019 telah mencapai 53 BWM di 16 Provinsi. Bahkan BWM ini telah menyalurkan pembiayaan sebanyak Rp27,7 miliar kepada 21.557 nasabah.

Bahkan di era kepemimpinan Presiden Jokowi juga merilis Perpres mengenai penetapan Hari Santri Nasional. “Jadi, semua ini, bentuk nyata komitmen dan keberpihakan Presiden Jokowi terhadap umat Islam,” pungkasnya.

Sekadar diketahui, urutan pertama top 500 tersebut ditempati oleh Syekh Muhammad Taqi Usmani. Kemudian di posisi kedua ada Ayatollah Haji Sayyid Ali Khamenei. Raja Salman bin Abdul-Aziz Al-Saud berada di posisi keempat, lalu disusul Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan di urutan ke-6.

Presiden Indonesia, Jokowi menempati posisi ke-13 dalam daftar ini. Jokowi naik 3 peringkat setelah di tahun 2019 berada di posisi ke-16. Orang Indonesia lainnya yang masuk dalam daftar ini adalah Ketum PBNU Said Aqil Siradj yang berada di posisi ke-19.
(kri)
Berita Terkait
Buka Muktamar Sufi Internasional...
Buka Muktamar Sufi Internasional 2023, Jokowi: Buktikan Islam Indonesia Tidak Lagi Berada di Pinggiran
Ini Pesan Presiden Jokowi...
Ini Pesan Presiden Jokowi Saat Perayaan Tahun Baru Islam
Jokowi Tokoh Muslim...
Jokowi Tokoh Muslim Berpengaruh, MPR: Pacu Kiprah Indonesia di Dunia Islam
Presiden Jokowi Percaya...
Presiden Jokowi Percaya HMI Bisa Jadi Lokomotif Kemajuan Bangsa
Tahun Baru Islam 1444...
Tahun Baru Islam 1444 Hijriah, Ini Harapan Presiden Jokowi
Jokowi Bisa Dorong Macron...
Jokowi Bisa Dorong Macron Minta Maaf ke Umat Islam, Begini Caranya
Berita Terkini
Ujian Tahun Pertama...
Ujian Tahun Pertama Kepengurusan AMKI, Mencari Bentuk di Tengah Industri Media
Sidang Perdana Praperadilan...
Sidang Perdana Praperadilan Roy Suryo Digelar Besok Pagi di PN Jaksel
5 Peserta Program SPPI...
5 Peserta Program SPPI Meninggal saat Latsarmil, Feri Amsari: Negara Salahi Prinsip Administrasi
Titi Anggraini Soroti...
Titi Anggraini Soroti Naskah Akademik RUU Pemilu Tak Kunjung Diterbitkan
Jokowi Mulai Safari...
Jokowi Mulai Safari Politik, Feri Amsari: Sah, Cuma Nggak Tahu Diri Saja
Lelang Hasil Rampasan...
Lelang Hasil Rampasan Korupsi Periode Juni 2026, KPK Bukukan Rp39,8 Miliar
Infografis
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved