Korban Kekerasan Aparat saat Demo Kawal Putusan MK Ngadu ke Komnas HAM

Kamis, 29 Agustus 2024 - 17:59 WIB
loading...
Korban Kekerasan Aparat...
Para korban kekerasan aparat saat demo kawal putusan Mahkamah Konstitusi (MK) di DPR pada Kamis, 22 Agustus 2024 mengadu ke Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM). Foto/Ari Sandita
A A A
JAKARTA - Para korban kekerasan aparat saat demo kawal putusan Mahkamah Konstitusi (MK) di DPR pada Kamis, 22 Agustus 2024 mengadu ke Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM). Mereka didampingi oleh Advokat Pengawal Konstitusi Indonesia ke Kantor Komnas HAM, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (29/8/2024).

“Kami dan para pelapor hadir di Komnas HAM untuk melaporkan terkait tindakan kekerasan diduga dilakukan oknum aparat penegak hukum, yang mana itu tindakan sangat berlebihan,” ujar Anggota Tim Advokat Pengawal Konstitusi Indonesia Syukur Destieli Gulo.

Pihaknya mendampingi dua orang korban dugaan kekerasan oknum aparat saat terjadinya aksi demo tolak RUU Pilkada di Gedung DPR pada Kamis, 22 Agustus 2024. Mereka hanya ingin mempertahankan hukum, konstitusi, dan demokrasi di Indonesia saat mengikuti demo tersebut.

Korban Kekerasan Aparat saat Demo Kawal Putusan MK Ngadu ke Komnas HAM


Baca juga: 11 Jurnalis Jadi Korban Kekerasan dalam Demo Tolak RUU Pilkada



"Demonstran yang hadir pada saat itu, termasuk kedua pelapor yang mendapatkan tindakan kekerasan dari oknum aparat penegak hukum ini mereka adalah pahlawan hukum di negeri ini. Dari kekuasaan yang hendak merenggut daripada kekuatan hukum itu sendiri, menundukkan hukum dan konstitusi itu di bawah kekuasaan," tuturnya.

Dia menerangkan, dua pelapor itu merupakan mahasiswa berinisial AR dan ATB yang tak melakukan tindakan anarkis apa pun saat aksi. Keduanya hanya menyampaikan aspirasinya kepada para anggota dewan tersebut, tapi mereka malah dilemparkan gas air mata oleh aparat.

"Lalu tiba-tiba diseret, ada yang dibanting dan dipukuli dengan pentungan, lalu dengan alat pemukul, inilah kedua korban sekarang, kepalanya ada yang bocor, menimbulkan luka-luka di sekujur badan," ungkapnya.

Dia menambahkan, sangat disayangkan pembela hak konstitusionalnya dan menjaga nilai negara hukum untuk tetap tegak itu justru didiskriminasi aparat. Meski memiliki tujuan baik, para demonstran, khususnya kedua mahasiswa itu malah mendapatkan perlakuan dan perilaku abuse of power oleh aparat penegak hukum.

"Kita tak tahu motivasinya apa, apakah aji mumpung saja, mumpung lagi ramai-ramai ya kita ambil bagian saja menghajar salah satu demonstran. Laporan yang kita masukkan (ke Komnas HAM) ada dua karena memang ada dua pelapor, alhamdulillah sudah diterima laporannya," pungkasnya.
(rca)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Muncul Wacana Capres-Cawapres...
Muncul Wacana Capres-Cawapres Diusung 3 Parpol Parlemen, Pakar: Kita Berada dalam Bahaya Besar
Komnas HAM Diminta Awasi...
Komnas HAM Diminta Awasi Dugaan Kriminalisasi dan Penahanan Sulaiman
DPR Sesalkan Anggaran...
DPR Sesalkan Anggaran Komnas HAM yang Substantif Hanya 6 Persen, Sisanya Administratif
Dharma Pongrekun Gugat...
Dharma Pongrekun Gugat UU Kesehatan, Berharap Hakim MK 'Diketuk Hatinya oleh Tuhan'
Mahkamah Konstitusi...
Mahkamah Konstitusi Beri Waktu 2 Tahun untuk Revisi UU Advokat
Dharma Pongrekun Rombak...
Dharma Pongrekun Rombak 85% Gugatan UU Kesehatan di MK
Soal Penembakan di Papua,...
Soal Penembakan di Papua, Koops TNI: Dua Insiden Berbeda, Tidak Berkaitan
MK Gelar Wisuda Purnabakti...
MK Gelar Wisuda Purnabakti Anwar Usman, Sambut Dua Hakim Konstitusi Baru
Guru Tewas Diserang...
Guru Tewas Diserang KKB di Yahukimo, MPSI: Ini Kejahatan Kemanusiaan
Rekomendasi
INDEF: Pemerintah Perlu...
INDEF: Pemerintah Perlu Evaluasi Kebijakan Ekonomi dan Perkuat Kolaborasi
Sensasi Merayakan Cinta...
Sensasi Merayakan Cinta di Kapel Tebing Bali 70 Meter di Atas Samudera Hindia
Tidak Semua Yoghurt...
Tidak Semua Yoghurt Sehat, Salah Pilih Bisa Bikin Gula Darah Naik
Berita Terkini
5 Peserta Program SPPI...
5 Peserta Program SPPI Meninggal saat Latsarmil, Feri Amsari: Negara Salahi Prinsip Administrasi
Titi Anggraini Soroti...
Titi Anggraini Soroti Naskah Akademik RUU Pemilu Tak Kunjung Diterbitkan
Jokowi Mulai Safari...
Jokowi Mulai Safari Politik, Feri Amsari: Sah, Cuma Nggak Tahu Diri Saja
Lelang Hasil Rampasan...
Lelang Hasil Rampasan Korupsi Periode Juni 2026, KPK Bukukan Rp39,8 Miliar
354 Pencari Jodoh Padati...
354 Pencari Jodoh Padati Golek Garwo Kemenag
Indonesia Butuh Koalisi...
Indonesia Butuh Koalisi Advokasi untuk Percepat Adopsi Inovasi Kesehatan
Infografis
5 Manfaat Makan Kurma...
5 Manfaat Makan Kurma Saat Sahur dan Buka Puasa
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved