alexametrics

Perindo Sebut Wacana Permadi Cs Inskonstitusional

loading...
Perindo Sebut Wacana Permadi Cs Inskonstitusional
Sekjen DPP Partai Perindo, Ahmad Rofiq heran, dengan pernyataan politikus Senior Partai Gerindra, Permadi yang ingin melengserkan Presiden Jokowi. (Foto/Rakhmatulloh/SINDOnews)
A+ A-
JAKARTA - Sekjen DPP Partai Perindo, Ahmad Rofiq mengaku heran, dengan pernyataan politikus Senior Partai Gerindra, Permadi yang ingin melengserkan Presiden terpilih, Joko Widodo (Jokowi) sebelum pelantikan 20 Oktober mendatang.

Menurut Rofiq, pernyataan Permadi yang disampaikan usai menggelar pertemuan dengan mantan Danjen Kopassus Sunarko dan Sekjen FUI, Muhammad Al Khaththath beberapa waktu lalu sangat tidak masuk akal.

"Ini gerakan (Permadi Cs) inskonstitusional dan gagal move on," ujar Rofiq saat dihubungi SINDOews, Senin (30/9/2019).



(Baca juga: Pemerintah Perlu Bentuk Tim Adhoc Penyelesaian Konflik Papua)

Rofiq menuturkan, demokrasi ada aturan mainnya, dan semua telah berjalan dengan baik. Sehingga, tidk boleh ada satupun dari rakyat Indonesia yang mencoba-coba untuk menggagalkan pelantikan presiden.

Baginya, hukum tidak pernah memberikan ruang sejengkal pun bagi para pelanggar hukum, termasuk Permadi dan kawan-kawan. Sebaliknya kata Rofiq, demokrasi yang tengah berkembang membutuhkan kedewasaan bagi semua pihak di mana kalah-menang dalam pemilu harus bisa diterima semua pihak.

"Jangan kalah tapi ngotot menang. Ini mentalitas murahan yang membuat kualitas demokrasi semakin dangkal," kata mantan Wakil Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) pasangan Jokowi-KH Ma'ruf Amin ini.

Rofiq mengatakan, sikap Permadi dianggap wajar sehingga memunculkan tuduhan adanya penumpang gelap dan mendompleng gerakan mahasiswa yg ada. Menurutnya, tanpa harus menuduh, namun cara yang dilakukan Permadi ini telah mengkonfirmasi bahwa para penumpang gelap itu telah bergentayangan dan mengorbankan gerakan mahasiswa.

Untuk itu Rofiq menyarankan, agar Mahasiswa harus lebih hati-hati dalam memilah dan memilih isu. Pertahankan kemurnian gerakan dan tolak para penumpang gelap.

"Demokrasi memerlukan ceck n balance. Saat ini Indonesia dlm keadaan baik-baik saja. Kita jaga dan kita kawal demokrasi ini agar indonesia menjadi negara yang sejahtera dan mandiri serta mampu bersaing dengan bangsa-bangsa lainnya," tukasnya.
(maf)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak