alexametrics

Dirjen PAS Ungkap Banyak Lapas Hasilkan Penerimaan Negara Bukan Pajak

loading...
Dirjen PAS Ungkap Banyak Lapas Hasilkan Penerimaan Negara Bukan Pajak
Dirjen PAS Sri Puguh Budi Utami mengungkapkan, pada lapas minimum security dan lapas lain yang setingkat dengan itu, telah banyak menghasilkan produk. (Foto/Isra Triansyah/SINDOnews)
A+ A-
JAKARTA - Direktur Jenderal Pemasyarakatan (Dirjen PAS) Sri Puguh Budi Utami mengungkapkan, pada lapas minimum security dan lapas lain yang setingkat dengan itu, telah banyak menghasilkan produk barang maupun jasa oleh warga binaannya.

Bahkan dari produk-produk itu didapati penerimaan negara dari bukan pajak. "Di lapas minimum security atau lapas-lapas yang menghasilkan produk maupun jasa memang sudah menghasilkan penerimaan negara dari bukan pajak dan cukup signifikan ada peningkatan tapi peningkatan ini tentu sangat dipengaruhi dengan hasil penjualan produk barang maupun jasa," ujar Utami saat berdiskusi dengan Pimpinan SINDOmedia di Direktorat Jenderal Pemasyarakatan, Gambir, Jakarta Pusat, Kamis (27/9/2019).

Utami mengungkapkan, pada tahun 2016 pendapatan yang masuk dari produk-produk yang dihasilkan warga binaan mencapai Rp256 juta. Hal itu terus meningkat dari tahun ke tahun, pada 2017 didapati hampir Rp3 miliar, lalu 2018 mendekati Rp8 miliar.



"Memang ditargetkan 2019 kalau bisa paling tidak 10 miliar syukur-syukur sampai 15 miliar, mengapa? karena memang sudah didorong diseluruh lapas yang ada kegiatan industrinya untuk bisa mengoptimalkan hasil karya mereka semuanya dan dijual punya nilai ekonomi sebagian untuk warga binaan sebagian nanti disetorkan ke kas negara sebagian permitaan negara bukan pajak," jelasnya.

Hal tersebut kata Utami, juga sedang didorong para jajaran dan direktur untuk selalu ditingkatkan. Dia berharap dengan revitalisasi penyelenggaraan pemasyarakatan sebagaimana Permen 35 2018 bisa punya kontribusi untuk pembangunan nasional secara nyata menghasilkan penerimaan negara bukan pajak.

"Warga binaan pemasyarakatannya punya keterampilan sehingga visi pemasyarakatan reintegrasi sosial yang sehat kemudian kesatuan kehidupan-penghidupan bisa diwujudkan walaupun tentu tantangan-tantangan yang sangat tidak mudah ketika penerimaan dari masyarakat terhadap warga binaan ini belum terbuka," tuturnya.

Dalam diskusi tersebut dihadiri CEO SINDOmedia Sururi Alfaruq, Direktur konten dan marketing Pung Purwanto, Pimred Koran SINDO dan SINDOnews Jaka Susila, Wapimred SINDOnews Puguh Hariyanto. Serta, Dir Binapi Latkepro Yunaedi, Dir Bimkemas PA Budi Sarwono, Dir Tikers Dodot Adiekoeswanto.
(maf)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak