alexametrics

Soal Kerusuhan di Papua, Zulhas Minta Pendekatan dengan Hati

loading...
Soal Kerusuhan di Papua, Zulhas Minta Pendekatan dengan Hati
Ketua MPR Zulkifli Hasan (Zulhas) mengatakan, semua pihak harus bekerja sama untuk menuntaskan permasalahan di Papua. Foto/SINDOnews
A+ A-
JAKARTA - Kerusuhan yang terjadi di Papua cukup serius. Sebanyak 16 orang warga di Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua dilaporkan tewas dalam aksi anarkistis, Senin (23/9/2019). Korban merupakan masyarakat sipil di daerah setempat.

Ketua MPR Zulkifli Hasan (Zulhas) mengatakan, semua pihak harus bekerja sama untuk menuntaskan permasalahan di Papua. "Soal Papua saya mengatakan berkali-kali. Memang Pak Presiden berkali-kali ke Papua," kata Zulhas ditemui di sela usai rapat gabungan di Ruang GBHN Nusantara V, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (23/9/2019).

"Pembangunan juga luar biasa. Tetapi kan tidak cukup Bapak Presiden sendiri, tetapi harus kita semua. Ya bupati, gubernur, kementerian, tomasnya, dan rakyat semua harus memahami Papua yang kita rebut hatinya itu. Harus bersama-sama," sambungnya.



Zulhas mengatakan, akan adanya gelaran sidang umum PBB juga disinyalir berpengaruh memicu eskalasi situasi di Papua. Zulhas menyebut tidak menuntut kemungkinan adanya kekuatan-kekuatan lain di Papua.

"Walaupun tentu kita tidak menyalahkan itu, tetapi tentu itu tidak bisa dipungkiri, kan akan ada sidang umum PBB kan. Saya kira karena akan ada sidang, tidak bisa dipungkiri. Kan banyak video-videonya yang kami dapati. Banyak orang yg bikin provokasi," tuturnya.

Karena itu, Ketua Umum PAN itu meminta semua pihak bersatu. "Seluruh aparat, masyarakat, bupati, tomas, seluruh masyarakat Indonesia harus memahami Papua. Kita rebut hatinya," ungkapnya.

Zulhas juga meminta pemerintah menindak tegas para provokator kerusuhan. "Ya memang harus menegakkan hukum. Tegas ya, harus menegakkan hukum," pungkasnya.
(maf)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak