Terpilih Jadi Ketua Kopri PMII, Wulan Raih 175 Suara
Kamis, 22 Agustus 2024 - 20:33 WIB
loading...
A
A
A
Kepemimpinan Wulan sebagai ketua komisariat Fakultas Sains dan Teknologi serta Ketua Kopri Cabang Ciputat diakui dan menjadi inspirasi bagi banyak kader perempuan setelahnya. Tidak sedikit yang menjadikannya sebagai panutan, karena selain pengabdi di berbagai organisasi, ia juga banyak meraih prestasi.
Kejuaraan debat bahasa Arab, Inggris, dan debat ekonomi berhasil diraihnya. Wulan juga kerap menjadi delegasi mahasiswa dalam forum di luar negeri. Wulan melanjutkan pendidikan S2 Ilmu Komunikasi di London School of Public Relation.
Wulan menilai Kopri merupakan wadah yang memainkan peran penting dalam memberdayakan entitas perempuan melalui berbagai strategi penguatan kapasitas intelektual. Kopri mendorong anggotanya untuk mengembangkan dan mengasah kemampuan setiap individu.
“Upaya pemberdayaan perempuan tidak hanya menciptakan kesetaraan gender dalam lingkungan organisasi ataupun masyarakat, tetapi juga untuk memastikan bahwa progresifitas sebuah organisasi ataupun pembangunan negara didasarkan pada inklusi dan keadilan,” ujarnya.
Dia berharap kader Kopri berdaya secara Individu, mampu mengembangkan keterampilan, bakat, dan potensi yang dimiliki melalui pendidikan formal, pelatihan, maupun ruang mandiri dalam berbagai bidang. Selain itu, berdaya secara individu juga melibatkan kemampuan untuk menghadapi berbagai tantangan dan kegagalan dengan tangguh.
“Sehingga, individu yang berdaya juga memiliki tingkat motivasi dan inisiatif yang tinggi,” tuturnya.
Kejuaraan debat bahasa Arab, Inggris, dan debat ekonomi berhasil diraihnya. Wulan juga kerap menjadi delegasi mahasiswa dalam forum di luar negeri. Wulan melanjutkan pendidikan S2 Ilmu Komunikasi di London School of Public Relation.
Wulan menilai Kopri merupakan wadah yang memainkan peran penting dalam memberdayakan entitas perempuan melalui berbagai strategi penguatan kapasitas intelektual. Kopri mendorong anggotanya untuk mengembangkan dan mengasah kemampuan setiap individu.
“Upaya pemberdayaan perempuan tidak hanya menciptakan kesetaraan gender dalam lingkungan organisasi ataupun masyarakat, tetapi juga untuk memastikan bahwa progresifitas sebuah organisasi ataupun pembangunan negara didasarkan pada inklusi dan keadilan,” ujarnya.
Dia berharap kader Kopri berdaya secara Individu, mampu mengembangkan keterampilan, bakat, dan potensi yang dimiliki melalui pendidikan formal, pelatihan, maupun ruang mandiri dalam berbagai bidang. Selain itu, berdaya secara individu juga melibatkan kemampuan untuk menghadapi berbagai tantangan dan kegagalan dengan tangguh.
“Sehingga, individu yang berdaya juga memiliki tingkat motivasi dan inisiatif yang tinggi,” tuturnya.
Lihat Juga :