Staf Khusus Diaz Hendropriyono Puji Teknologi Smart Farming Unpad

Selasa, 20 Agustus 2024 - 16:01 WIB
loading...
Staf Khusus Diaz Hendropriyono...
Staf Khusus Presiden Diaz Hendropriyono memuji teknologi smart farming yang dibuat oleh Fakultas Teknologi Industri Pertanian (FTIP) Universitas Padjadjaran (Unpad). Foto/istimewa
A A A
JAKARTA - Staf Khusus Presiden Diaz Hendropriyono memuji teknologi smart farming yang dibuat oleh Fakultas Teknologi Industri Pertanian (FTIP) Universitas Padjadjaran (Unpad).

Hal ini disampaikan kepada lebih dari 300 mahasiswa FTIP Unpad, dalam Kuliah Umum berjudul "Dangerous Humans: Towards Zero eMissions" di Bale Sawala, Gedung Rektorat Unpad, Sumedang, Jawa Barat.

Diaz juga memuji inovasi dari dosen FTIP Unpad Dr. Sophia Nur Perwitasari yang turut hadir dalam acara tersebut. Dr. Sophia membuat fasilitas hidroponik rendah emisi yang disebut Dr. Hidroponik. Menurut Diaz, pertanian di masa depan mungkin harus dibuat secara vertikal.

Baca juga: Stafsus Presiden Diaz Hendropriyono: Energi Nuklir Opsi untuk Turunkan Emisi Karbon

Hal ini dibutuhkan sebagai langkah adaptasi terhadap perubahan iklim yang mengancam ketahanan pangan. “Pertanian di masa depan tidak bisa dilakukan dengan lahan besar dan air yang banyak. Pertanian di masa depan harus vertikal. Lahannya sedikit, airnya sedikit.”

Pertanian vertikal biasanya dilakukan di dalam ruangan sehingga tidak terpengaruh cuaca dan hama, serta produktivitas panen yang konsisten. Dengan demikian, pertanian vertikal dapat mengurangi emisi dan pencemaran karena minim penggunaan lahan dan pupuk. Pertanian vertikal juga dapat diaplikasikan di wilayah perkotaan, sehingga memangkas jarak tempuh yang membantu menekan emisi dari sisi transportasi.

Baca juga: Diaz Hendropriyono Ajak Anak Muda Berperan Atasi Perubahan Iklim

Oleh sebab itu, Diaz memuji inovasi fasilitas hidroponik yang dikembangkan Dr. Sophia. "Di Unpad ada beliau (Dr. Sophia), saya belajar banyak dari beliau. Pertanian di masa depan ya seperti ini. Hemat lahan, hemat air, produktivitas lebih tinggi, dan yang tidak saya temui di tempat lain, tanpa listrik dan airnya dari air hujan," ucapnya.

Seluruh proses budidaya pada Dr. Hidroponik tidak menggunakan energi listrik, khususnya untuk mendistribusikan air. Dr. Hidroponik menggunakan teknologi smart watering system yaitu sistem pengairan otomatis melalui katup pipa yang memanfaatkan gaya gravitasi. Katup-katup pada pipa akan membuka dan menutup secara otomatis menyesuaikan kebutuhan air pada tanaman..

Dekan FTIP Unpad Sarifah Nurjanah mengapresiasi Kuliah Umum dari Diaz yang inspiratif. Sarifah menjelaskan FTIP memiliki tiga program studi (prodi) yakni teknologi pertanian. teknologi pangan, dan teknologi industri pertanian di mana masing-masing prodi memiliki mata kuliah terkait keberlanjutan. Ke depannya ia akan memfokuskan mata kuliah tersebut.

"Ini sangat inspiratif yang disampaikan Pak Diaz. Di FTIP ada 3 prodi. Ketiganya memiliki mata kuliah tentang sustainability seperti teknologi bersih, pengendalian pencemaran. Kami akan tekankan kembali dalam hal itu," katanya.
(cip)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Produk Tembakau Alternatif,...
Produk Tembakau Alternatif, Guru Besar Unpad: Bukan Pintu Masuk bagi Non-Perokok
Guru Besar Unpad Terseret...
Guru Besar Unpad Terseret Dugaan Pelecehan Seksual Verbal
Soroti Proses Seleksi...
Soroti Proses Seleksi Hakim MK, Guru Besar Unpad Khawatir Ada Pelemahan Fungsi Kelembagaan
Presiden Prabowo Anugerahkan...
Presiden Prabowo Anugerahkan Bintang Jasa kepada Mentan hingga Tokoh Tani
Pangan Lokal Tergerus...
Pangan Lokal Tergerus Modernisasi, Pakar Dorong Literasi Pangan Nusantara
Wamen LH Sebut Inovasi...
Wamen LH Sebut Inovasi Penutup Tumpukan Sampah Berbahan Singkong Ramah Lingkungan
MANU dan Universitas...
MANU dan Universitas Jember Kolaborasi Perkuat Pengembangan SDM Pertanian
Mahasiswa Indonesia-Thailand...
Mahasiswa Indonesia-Thailand Pelajari Rantai Pasok Kopi Jawa Lewat Short Course UNEJ
Bangun Pertanian di...
Bangun Pertanian di Papua, Pemerintah Gelontorkan Rp5 Triliun
Rekomendasi
Penalti Mbappe Ditolak,...
Penalti Mbappe Ditolak, Wasit Piala Dunia 2026 Dicap Arogan
Timnas Korea Selatan...
Timnas Korea Selatan Boikot Delegasi Pers Negaranya di Piala Dunia 2026
Piala Dunia 2026: Haaland...
Piala Dunia 2026: Haaland Ngamuk, Norwegia Ungguli Irak di Babak Pertama
Berita Terkini
Mengapa Pendonor Darah...
Mengapa Pendonor Darah Kita Tidak Kembali?
Evita: Ekspor Satu Pintu...
Evita: Ekspor Satu Pintu Harus Jadi Instrumen Hilirisasi, Bukan Ubah Jalur Penjualan
Profil Letjen TNI (Purn)...
Profil Letjen TNI (Purn) Setyo Sularso yang Dikait-kaitkan dengan Tiyo Ardianto
Dari SPBU ke Meja Makan:...
Dari SPBU ke Meja Makan: Rantai Dampak Kenaikan BBM terhadap Kesejahteraan
Said Didu ke Presiden...
Said Didu ke Presiden Prabowo: Kawan Bapak Tuh Ada di Luar, Bukan di Dalam
Pesan Said Didu untuk...
Pesan Said Didu untuk Prabowo: Waktu Melakukan Akomodasi Politik Sudah Lewat
Infografis
7 Seragam Pasukan Khusus...
7 Seragam Pasukan Khusus Terbaik Dunia, Nomor 3 Miliki Penutup Muka Antipeluru
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved