Sindiran Tere Liye: Pertamina Tak Pernah Salah, yang Salah Kalian

Selasa, 25 Agustus 2020 - 23:08 WIB
loading...
A A A
Nggak penting sih, efek, dampak, sama saja. Toh wording-nya memang campur2, ada englishnya, ada indonesianya. Nggak akan ketukar dengan 'efek' pasar modal. Tapi minimal buat nunjukin ke kalian, Tere Liye itu tahu loh soal laporan keuangan. Sesepele ini saja dia 'tahu'. Kalian butuh akuntan bermata elang utk melihat hal seremeh ini. Eh, aduh kok jadi takabur.

Baik, mari kembali ke laporan keuangan.

Semester pertama 2020 ini, bottom line, Pertamina rugi 761 juta dollar (setara 11 trilyun rupiah, kurs 14,500), beda jomplang dengan semester pertama 2019 yang untung 746 juta dollar, (setara 10,8 trilyun).

Kalau diamat2i, sebenarnya laporan keuangan ini masih oke banget. Kalian saja yang sirik, benci duluan. Loh kok bisa? Iya dong. Kan masih oke ruginya cuma 11 trilyun. Coba kalau ruginya jadi 100 trilyun? Bersyukur. Itu gara2 pimpinan mereka. Jangan kufur nikmat gitu lah. Eh?

Tapi intinya begini, jika dilihat dari 'laba bruto' atau 'laba sebelum pajak penghasilan', angkanya masih mendinglah. Laba bruto di 1,6 milyar dollar. Laba/(rugi) sebelum pajak penghasilan (58) juta dollar. Yang bikin jadi banyak rugi di bottom line-nya, karena pajak penghasilan. Coba kalau Pertamina ditanggung pajak penghasilannya kayak anggota DPR, atau kayak pejabat2, haqqul yaqin, 31 Desember 2020, mesti untung laporannya nanti. Eh? Aduh, saya itu kalau disuruh bahas soal laporan keuangan, selalu saja kemana2. Biar terlihat cerdas gitu loh.

Tapi baiklah, kita serius sedikit.

Kenapa Pertamina rugi 11 trilyun? Masalahnya sederhana sekali. Kalian semua penyebabnya. Seluruh rakyat Indonesia. Tidak butuh akuntan bermata elang utk paham masalahnya. Kok salah kalian?

Coba perhatikan baik2. Penjualan dalam negeri tahun lalu per Juni 20,9 milyar dollar. Tahun sekarang turun jadi 16,5 milyar, alias turun 4,4 milyar (setara 63 trilyun), alias turun 21%. Celakanya, saat penjualan dalam negeri turun drastis, beban pokoknya tidak sedrastis itu turunnya, karena begitulah, nasib memang, kok bisa-bisanya beban pokok tetap segitu padahal harga minyak dunia pernah tumbang tinggal recehan saja per barel.

Maka, mudah menyimpulkannya: saat penjualan dalam negeri turun, sementara beban pokoknya tidak turun sebanyak itu, otomatis, laba kotor juga turun, lantas bawah2nya ikut kena, bottom line, jadilah rugi.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Wakil Ketua Komisi XII...
Wakil Ketua Komisi XII Sebut Elektrifikasi Transportasi Bisa Hemat APBN hingga 30%
Kunjungi Pabrik Kendaraan...
Kunjungi Pabrik Kendaraan Listrik, Prabowo: Industrialisasi Bagian Kebangkitan Teknologi Bangsa
KNPI Apresiasi Pemerintah...
KNPI Apresiasi Pemerintah Tak Naikkan BBM saat Krisis Timur Tengah
Perang Timteng Menguji...
Perang Timteng Menguji Resiliensi Ekonomi Indonesia
Imbas Konflik Timteng,...
Imbas Konflik Timteng, DPR Dorong Penggunaan BBM Subsidi Utamakan Transportasi Publik
Pastikan Pemerintah...
Pastikan Pemerintah Tidak Batasi Pembelian BBM, DPR: Stok Kita Cukup
Parapuar 2026 Hadirkan...
Parapuar 2026 Hadirkan Senja, Budaya dan Musik di Labuan Bajo
Dukung Pemerintah Hemat...
Dukung Pemerintah Hemat Energi, Rodalink Ajak Masyarakat Bandung Bersepeda
Gaza Dibanjiri Coklat...
Gaza Dibanjiri Coklat dan Minuman Ringan saat Bahan Bakar dan Obat-obatan Ditahan Israel
Rekomendasi
Turnamen Futsal Bertajuk...
Turnamen Futsal Bertajuk Okezone National Championship 2026 Seri Jabodetabek Selesai Digelar
Jerman Bantai Curacao...
Jerman Bantai Curacao 7-1, Der Panzer Meledak di Laga Perdana Piala Dunia 2026
Drone Hizbullah Hantam...
Drone Hizbullah Hantam Israel, IDF Bombardir Lebanon
Berita Terkini
Presiden Jerman Kunjungi...
Presiden Jerman Kunjungi Indonesia, Dijadwalkan ke Istiqlal dan Katedral
Walhi Minta Pembahasan...
Walhi Minta Pembahasan Revisi UU HAM Ditunda
WNI Dianiaya di Malaysia,...
WNI Dianiaya di Malaysia, Kemlu Sebut 4 Pelaku Sudah Diamankan
Prabowo Panggil Purbaya...
Prabowo Panggil Purbaya hingga Bahlil ke Kertanegara, Ini yang Dibahas
PBNU Gelar Munas dan...
PBNU Gelar Munas dan Konbes di Ploso Kediri pada 20-23 Juni 2026, Presiden Prabowo Diundang
PKB Jabar Fest, Gus...
PKB Jabar Fest, Gus Muhaimin: Kita Tak Butuh Pemimpin Pencitraan
Infografis
Skuad Timnas Spanyol...
Skuad Timnas Spanyol di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Real Madrid
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved