Unik, Purnawirawan TNI AL Gelar Upacara HUT ke-79 RI di KRI Dr Rajiman Wedyodiningrat
Sabtu, 17 Agustus 2024 - 19:29 WIB
loading...
A
A
A
Diskusi ini menghadirkan narasumber para pejabat TNI AL antara lain Kadisbintal Brigjen TNI (Mar) Sandy Muchidin Latief, Kadiswatpersal Brigjen TNI (Mar) Mauriadi, Kadispsial Laksamana Pertama TNI Edi Krisna Murti dan Kadisminpersal yang diwakili Sekdisminpersal Kolonel Laut (T) Aries Sudiarso. Sedangkan keynote speech disampaikan langsung Ketua Umum PPAL Laksamana TNI (Purn) Siwi Sukma Adji.
Hadir pada kegiatan FGD ini antara lain, Aspers KSAL Laksamana Muda TNI Rahmad Wahyudi, Kepala Staf Koarmada RI Laksamana Muda TNI Didong Rio Duta, Kapuspsi TNI Laksamana Muda TNI Wiwin D. Handayani, Ketua Pengurus Yasbhum Mayjen TNI (Mar) (Purn) Suaf Yanu Hardani, Persatuan Purnawirawan Kowal Laksma TNI PurnTresna Kusumawati, Waketum PPAL Laksamana Madya TNI (Purn) Wuspo Lukito, Sekjen PPAL Laksamana Madya TNI (Purn) Agung Prasetiawan serta para pengurus PPAL.
“Generasi muda saat ini 83,4% mengalami ketergantungan dengan smartphone atau gadget, sejak bangun pagi sampai mau tidur hampir tidak terlepas dari handphone. Sehingga dalam membangun mental prajurit Jalasena harus mengenal dulu karakter setiap generasi,” katanya.
Saat ini perang proksi (proxy war) yakni perang yang digelorakan oleh kekuatan-kekuatan besar yang memainkan perannya secara tidak langsung, tetapi melalui pihak ketiga untuk menghancurkan negara menggunakan kekuatan non-militer (perang senyap). Sementara dampak yang ditimbulkan dari proxy war antara lain tujuan nasional mengikuti negara pengendali, hilangnya jatidiri bangsa, hilangnya kearifan bangsa, hilangnya integritas nasional dan terjajah secara idologi, ekonomi, budaya serta tidak ada kemandirian bangsa.
“Buku ini sebagai upaya menyikapi kemajuan jaman dan trend kehidupan generasi muda, sekaligus adanya skema perang proxy yang terjadi di Indonesia yang tentunya kewaspadaan, pencegahan serta penangkalan terhadap adanya perang senyap (silent war) yang dilancarkan pihak yang mengganggu kepentingan Nasional Indonesia dengan tujuan melemahkan bahkan menghancurkan generasi muda Bangsa dengan cara yang sangat halus bahkan tidak dirasakan bahwa dirinya telah terpapar paham ideologi global,” katanya.
Buku ini disusun dengan pendekatan tinjauan Pustaka, berbagai teori, data dan fakta, studi kasus serta pengalaman dan hasil kunjungan staf PPAL. Buku ini menjabarkan enam permasalahan dengan 48 yang di sarankan kepada pimpinan TNI Angkatan Laut untuk mengatasi dan menjawab permasalahan menyikapi perkembangan informasi dan tekhnologi serta pengaruh ideologi dan tuntutan tugas ke depan.
Dalam kesempatan itu, Ketua Umum PPAL menyerahkan buku tersebut kepada Asisten Personalia Kepala Staf Angkatan Laut (Aspers KSAL) Laksamana Muda TNI P. Rahmad Wahyudi, mewakili KSAL Laksamana TNI Muhammad Ali.
Hadir pada kegiatan FGD ini antara lain, Aspers KSAL Laksamana Muda TNI Rahmad Wahyudi, Kepala Staf Koarmada RI Laksamana Muda TNI Didong Rio Duta, Kapuspsi TNI Laksamana Muda TNI Wiwin D. Handayani, Ketua Pengurus Yasbhum Mayjen TNI (Mar) (Purn) Suaf Yanu Hardani, Persatuan Purnawirawan Kowal Laksma TNI PurnTresna Kusumawati, Waketum PPAL Laksamana Madya TNI (Purn) Wuspo Lukito, Sekjen PPAL Laksamana Madya TNI (Purn) Agung Prasetiawan serta para pengurus PPAL.
“Generasi muda saat ini 83,4% mengalami ketergantungan dengan smartphone atau gadget, sejak bangun pagi sampai mau tidur hampir tidak terlepas dari handphone. Sehingga dalam membangun mental prajurit Jalasena harus mengenal dulu karakter setiap generasi,” katanya.
Saat ini perang proksi (proxy war) yakni perang yang digelorakan oleh kekuatan-kekuatan besar yang memainkan perannya secara tidak langsung, tetapi melalui pihak ketiga untuk menghancurkan negara menggunakan kekuatan non-militer (perang senyap). Sementara dampak yang ditimbulkan dari proxy war antara lain tujuan nasional mengikuti negara pengendali, hilangnya jatidiri bangsa, hilangnya kearifan bangsa, hilangnya integritas nasional dan terjajah secara idologi, ekonomi, budaya serta tidak ada kemandirian bangsa.
“Buku ini sebagai upaya menyikapi kemajuan jaman dan trend kehidupan generasi muda, sekaligus adanya skema perang proxy yang terjadi di Indonesia yang tentunya kewaspadaan, pencegahan serta penangkalan terhadap adanya perang senyap (silent war) yang dilancarkan pihak yang mengganggu kepentingan Nasional Indonesia dengan tujuan melemahkan bahkan menghancurkan generasi muda Bangsa dengan cara yang sangat halus bahkan tidak dirasakan bahwa dirinya telah terpapar paham ideologi global,” katanya.
Buku ini disusun dengan pendekatan tinjauan Pustaka, berbagai teori, data dan fakta, studi kasus serta pengalaman dan hasil kunjungan staf PPAL. Buku ini menjabarkan enam permasalahan dengan 48 yang di sarankan kepada pimpinan TNI Angkatan Laut untuk mengatasi dan menjawab permasalahan menyikapi perkembangan informasi dan tekhnologi serta pengaruh ideologi dan tuntutan tugas ke depan.
Dalam kesempatan itu, Ketua Umum PPAL menyerahkan buku tersebut kepada Asisten Personalia Kepala Staf Angkatan Laut (Aspers KSAL) Laksamana Muda TNI P. Rahmad Wahyudi, mewakili KSAL Laksamana TNI Muhammad Ali.
(cip)
Lihat Juga :