Pengamat Soroti Politikus Kutu Loncat Jelang Pilkada 2024
Kamis, 15 Agustus 2024 - 21:43 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Usai Bertemu Prabowo, Surya Paloh Tegaskan Nasdem Tak Dukung Anies di Pilkada Jakarta
Tapi, terbesarnya adalah karena alasan pragmatis atau opurtunis. "Makanya, banyak politikus biasanya pindah partai jelang gelaran pemilu atau Pilkada," kata Hojin, Kamis (15/8/2024).
"Seperti yang dipraktikkan Isran Noor di Kaltim itu. Apakah ada yang salah dengan fenomena politisi kutu loncat? Apakah wajar dan beretika? Dia sudah tidak peduli itu. Bahkan kritikan publik pun dia abaikan," katanya.
Hojin mengatakan, politikus seperti Isran Noor, menganggap akrobat lompat-lompat partai sudah biasa. "Itu dilakukan demi untuk mempertahankan kekuasaannya," ujarnya.
Bahkan, aksi pindah-pindah partai itu dilakukan tanpa perasaan bersalah terhadap partai sebelumnya yang sudah membesarkan namanya. "Meskipun integritas dirinya ternodai tidak masalah demi mencapai sebuah tangga keberhasilan yang lebih tinggi," jelas Hojin.
"Jadi, publik pun serta merta akan beranggapan, jika partai politik yang membesarkanya saja dengan mudah dia khianati, apalagi rakyat? bisa jadi dia akan lebih mudah mengkhianati amanah rakyat," urainya.
Tapi, terbesarnya adalah karena alasan pragmatis atau opurtunis. "Makanya, banyak politikus biasanya pindah partai jelang gelaran pemilu atau Pilkada," kata Hojin, Kamis (15/8/2024).
"Seperti yang dipraktikkan Isran Noor di Kaltim itu. Apakah ada yang salah dengan fenomena politisi kutu loncat? Apakah wajar dan beretika? Dia sudah tidak peduli itu. Bahkan kritikan publik pun dia abaikan," katanya.
Hojin mengatakan, politikus seperti Isran Noor, menganggap akrobat lompat-lompat partai sudah biasa. "Itu dilakukan demi untuk mempertahankan kekuasaannya," ujarnya.
Bahkan, aksi pindah-pindah partai itu dilakukan tanpa perasaan bersalah terhadap partai sebelumnya yang sudah membesarkan namanya. "Meskipun integritas dirinya ternodai tidak masalah demi mencapai sebuah tangga keberhasilan yang lebih tinggi," jelas Hojin.
"Jadi, publik pun serta merta akan beranggapan, jika partai politik yang membesarkanya saja dengan mudah dia khianati, apalagi rakyat? bisa jadi dia akan lebih mudah mengkhianati amanah rakyat," urainya.
Lihat Juga :