alexametrics

Perdalam Perencanaan Tambang, Malaysia Kirim Peserta ke Diklat PPSDM Geominerba

loading...
Perdalam Perencanaan Tambang, Malaysia Kirim Peserta ke Diklat PPSDM Geominerba
Pengembangan SDM ini menjadi perhatian PPSDM Geominerba untuk menciptakan SDM andal terkait perencanaan tambang melalui Diklat Mine Planning.
A+ A-
JAKARTA - Perusahaan di sektor pertambangan membutuhkan perencanaan matang guna mencapai tujuan usahanya. Bukan hanya fokus langsung pada eksekusi, perencanaan juga membutuhkan sumber daya manusia (SDM) unggulan untuk mampu melihat segala kemungkinan hingga penyusunan rencana kerja dan hasil.

Pengembangan SDM ini juga menjadi perhatian PPSDM Geominerba. Menjadi penting untuk bisa menciptakan SDM andal terkait perencanaan tambang. Melalui Diklat Mine Planning, PPSDM Geominerba menjabarkan berbagai ilmu serta pengalaman terkait Perencanaan Tambang Jangka Panjang.

Bekerja sama dengan Portal Tambang, diklat kali ini akan diikuti 10 peserta yang berasal dari perusahaan tambang dari berbagai daerah di Indonesia. Tak hanya itu, selain menarik bagi karyawan perusahaan tambang di Indonesia, diklat yang akan diselenggarakan selama tiga hari (29-31 Agustus 2019) ini juga diikuti peserta dari Negara Jiran Malaysia.



Kepala Sub Bidang Sarana Prasarana Pengembangan SDM dan Informasi, Denny Lumban Raja membuka Diklat secara resmi, Kamis (29/8/2019) di Pomelotel Hotel, Jakarta Selatan. Dalam sambutannya, Denny menegaskan pentingnya perencanaan untuk mencapai hasil yang ditargetkan.

“Perencanaan tambang merupakan suatu proses menentukan desain tambang dan tahapan pelaksanaan operasi penambangan guna mencapai hasil yang optimal,” ujar Denny.

Keikutsertaan peserta dari mancanegara menjadi salah satu nilai tambah diklat kali ini. Peserta dapat berbagi pengalaman dan pengetahuan, serta kendala-kendala yang dialami di masing-masing perusahaan.
(alf)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak