Amien Rais Kritik Nadiem: Dunia Pendidikan Beda dengan Pergojekan
Selasa, 25 Agustus 2020 - 12:42 WIB
loading...
Mantan Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR), Amien Rais. Foto/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Mantan Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Amien Rais menyoroti praktik dan kualitas pendidikan di Tanah Air. Amien juga mengkritik sejumlah kebijakan yang diambil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim .
Kebijakan yang dikritik Amien Rais antara lain mengenai penghapusan Ujian Nasional (UN) hingga Program Organisasi Penggerak (POP) Kemendikbud yang sempat menuai polemik beberapa waktu lalu.
Melalui rekaman video yang diposting di akun Instagram @amienraisofficial, Senin 24 Agustu 2020, Amien menilai penghapusan ujian nasional, justru akan membuat sekolah menghasilkan siswa yang sama sekali tidak berprestasi,
"Dengan menghapus ujian nasional, kebanyakan sekolah akan memproduksi banyak anak-anak atau siswa yang sama sekali tidak berprestasi. Anarkisme pendidikan pasti muncul karena masing-masing sekolah berkecenderungan kuat untuk meluluskan siswa-siswanya 100 persen," katanya.(Baca juga: Amien Rais: Kualitas Pendidikan Saat Ini Merosot Paling Dalam )
Padahal, kata dia, Organization for Economic Cooperation and Development (OECD) sudah mengingatkan, khusus Indoinesia agar memperbaiki kualitas pendidikan lewat nationality promulgated standards yang justru sudah dihilangkah oleh Mendikbud.
Amien juga menilai langkah Kemendikbud yang serampangan mengeluarkan program organisasi Penggerak Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Dalam POP itu calon penerima bantuan dibagi dalam tiga jenis yaitu gajah, macan dan kijang.
"Perhatikan cara menentukan kategori penerima bantuan seperti guru TK menerangkan kepada muridnya. Yang gajah dapat Rp20 miliar/tahun, yang macan Rp5 miliar/tahun, yang kijang Rp1 miliar/tahun," tuturnya.
Kebijakan yang dikritik Amien Rais antara lain mengenai penghapusan Ujian Nasional (UN) hingga Program Organisasi Penggerak (POP) Kemendikbud yang sempat menuai polemik beberapa waktu lalu.
Melalui rekaman video yang diposting di akun Instagram @amienraisofficial, Senin 24 Agustu 2020, Amien menilai penghapusan ujian nasional, justru akan membuat sekolah menghasilkan siswa yang sama sekali tidak berprestasi,
"Dengan menghapus ujian nasional, kebanyakan sekolah akan memproduksi banyak anak-anak atau siswa yang sama sekali tidak berprestasi. Anarkisme pendidikan pasti muncul karena masing-masing sekolah berkecenderungan kuat untuk meluluskan siswa-siswanya 100 persen," katanya.(Baca juga: Amien Rais: Kualitas Pendidikan Saat Ini Merosot Paling Dalam )
Padahal, kata dia, Organization for Economic Cooperation and Development (OECD) sudah mengingatkan, khusus Indoinesia agar memperbaiki kualitas pendidikan lewat nationality promulgated standards yang justru sudah dihilangkah oleh Mendikbud.
Amien juga menilai langkah Kemendikbud yang serampangan mengeluarkan program organisasi Penggerak Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Dalam POP itu calon penerima bantuan dibagi dalam tiga jenis yaitu gajah, macan dan kijang.
"Perhatikan cara menentukan kategori penerima bantuan seperti guru TK menerangkan kepada muridnya. Yang gajah dapat Rp20 miliar/tahun, yang macan Rp5 miliar/tahun, yang kijang Rp1 miliar/tahun," tuturnya.
Lihat Juga :