Reaksi JK atas Penangkapan Imam Besar Masjid Al-Aqsa oleh Israel
Senin, 05 Agustus 2024 - 15:47 WIB
loading...
A
A
A
"Kita berteman dengan mereka-mereka semua. Kita berusaha supaya ada kedamaian bersama-sama karena masyarakat tidak bisa berbuat apa-apa, kesejahteraan, keikhlasan, kehidupan beragama kalau tidak damai," ungkapnya.
Salah seorang kerabat Syekh Ekrima Sabri mengatakan, polisi Israel menyerbu rumahnya di Yerusalem Timur lalu menangkapnya. Setelah salat Jumat di Masjid Al-Aqsa, Syekh Ekrima Sabri memimpin salat ghaib untuk Haniyeh.
Ulama berusia 85 tahun itu ditahan beberapa kali oleh zionis Israel pada masa lalu. Dia juga sempat dilarang memasuki Masjid Al-Aqsa di Yerusalem Timur yang diduduki selama beberapa bulan.
Syekh Ekrima Sabri adalah pengkritik keras pendudukan zionis Israel selama puluhan tahun di wilayah Palestina. Sebelumnya, Syeh menjabat sebagai mufti Yerusalem dan wilayah Palestina pada tahun 1994-2006.
Salah seorang kerabat Syekh Ekrima Sabri mengatakan, polisi Israel menyerbu rumahnya di Yerusalem Timur lalu menangkapnya. Setelah salat Jumat di Masjid Al-Aqsa, Syekh Ekrima Sabri memimpin salat ghaib untuk Haniyeh.
Ulama berusia 85 tahun itu ditahan beberapa kali oleh zionis Israel pada masa lalu. Dia juga sempat dilarang memasuki Masjid Al-Aqsa di Yerusalem Timur yang diduduki selama beberapa bulan.
Syekh Ekrima Sabri adalah pengkritik keras pendudukan zionis Israel selama puluhan tahun di wilayah Palestina. Sebelumnya, Syeh menjabat sebagai mufti Yerusalem dan wilayah Palestina pada tahun 1994-2006.
(jon)