INH Ajak Mahasiswa Timtengka Serukan Bangun Gaza Kembali
Minggu, 04 Agustus 2024 - 11:19 WIB
loading...
A
A
A
Program Bangun Gaza Kembali merupakan mimpi besar INH di mana nantinya dibangun Indo City atau kampung Indonesia di Jalur Gaza. Tentunya harapan ini bisa diwujudkan ketika situasi dan kondisi di Jalur Gaza sudah kondusif dan tidak lagi dalam kondisi terjajah seperti saat ini.
Kampung Indonesia merupakan konsep wilayah atau kawasan terpadu dari mulai bangunan tempat tinggal atau hunian, tempat ibadah, pasar dan tentunya juga gedung sekolah yang akan dimanfaatkan masyarakat di Jalur Gaza yang terdampak serangan tentara Israel.
"Kita berdoa bersama agar penjajahan di atas tanah Gaza segera dihentikan sehingga harapan dan mimpi kita bersama bisa terwujud dalam membangun kampung Indonesia di Jalur Gaza," harapnya.
Bertepatan pada 3 Agustus merupakan momentum penting bagi bangsa Palestina sebagai hari dukungan internasional untuk tahanan Palestina dan Gaza seperti yang diucapkan mendiang Ismail Haniyeh, pemimpin perjuangan kemerdekaan Palestina yakni Hamas yang telah meninggal dunia beberapa waktu lalu.
"Haniyeh menjelaskan bahwa penetapan 3 Agustus sebagai hari solidaritas dengan Gaza dan para tahanan merupakan respons terhadap genosida yang dilakukan pendudukan Nazi-Zionis terhadap rakyat Gaza yang hingga kini masih terjadi dan memasuki bulan ke-10," ujar Lukman.
Kampung Indonesia merupakan konsep wilayah atau kawasan terpadu dari mulai bangunan tempat tinggal atau hunian, tempat ibadah, pasar dan tentunya juga gedung sekolah yang akan dimanfaatkan masyarakat di Jalur Gaza yang terdampak serangan tentara Israel.
"Kita berdoa bersama agar penjajahan di atas tanah Gaza segera dihentikan sehingga harapan dan mimpi kita bersama bisa terwujud dalam membangun kampung Indonesia di Jalur Gaza," harapnya.
Bertepatan pada 3 Agustus merupakan momentum penting bagi bangsa Palestina sebagai hari dukungan internasional untuk tahanan Palestina dan Gaza seperti yang diucapkan mendiang Ismail Haniyeh, pemimpin perjuangan kemerdekaan Palestina yakni Hamas yang telah meninggal dunia beberapa waktu lalu.
"Haniyeh menjelaskan bahwa penetapan 3 Agustus sebagai hari solidaritas dengan Gaza dan para tahanan merupakan respons terhadap genosida yang dilakukan pendudukan Nazi-Zionis terhadap rakyat Gaza yang hingga kini masih terjadi dan memasuki bulan ke-10," ujar Lukman.
Lihat Juga :