Presiden Jokowi Kecam Pembunuhan Pemimpin Hamas Ismail Haniyeh

Kamis, 01 Agustus 2024 - 11:07 WIB
loading...
Presiden Jokowi Kecam...
Presiden Jokowi memberikan keterangan kepada awak media mengenai pembunuhan pemimpin Hamas, Ismail Haniyeh di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, Kamis (1/8/2024). FOTO/MPI/RIYAN RIZKI ROSHALI
A A A
JAKARTA - Presiden Joko Widodo ( Jokowi ) menanggapi tewasnya pemimpin Hamas, Ismail Haniyeh dalam sebuah serangan di Teheran, Iran. Jokowi menilai tragedi itu merupakan bentuk kekerasan dan pembunuhan yang tidak dapat ditoleransi.

"Ya itu sebuah kekerasan, pembunuhan yang tidak bisa ditoleransi. Dan terjadi di wilayah kedaulatan Iran," kata Jokowi kepada awak media di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, Kamis (1/8/2024).

Jokowi menegaskan seluruh negara, termasuk Indonesia mengecam keras atas peristiwa pembunuhan terhadap Ismail Haniyeh. "Saya kira semua, termasuk Indonesia mengecam keras kekerasan dan pembunuhan seperti itu," katanya.



Untuk diketahui, Ismail Haniyeh, salah satu pemimpin Hamas paling senior, tewas dalam sebuah serangan di Iran. Korps Garda Revolusi Iran mengumumkan bahwa Ismail Haniyeh tewas di Teheran saat menghadiri upacara pelantikan presiden baru Iran.

Sementara itu, militer Israel tidak mengeluarkan perintah darurat baru untuk publik Israel, tanda yang mungkin bahwa pejabat Israel tidak mengharapkan pembalasan langsung.

"Kami lebih suka menyelesaikan permusuhan tanpa perang yang lebih luas," ujar Daniel Hagari, Juru Bicara militer Israel. Namun dia menambahkan militer Israel "sepenuhnya siap untuk skenario apa pun."

Baca juga: JK Akan Hadiri Pemakaman Pemimpin Hamas Ismail Haniyeh di Qatar
(abd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Prabowo-Macron Sepakat...
Prabowo-Macron Sepakat Dukung Solusi Dua Negara untuk Palestina
Kecam Israel atas Penahanan...
Kecam Israel atas Penahanan 9 WNI Misi ke Gaza, Menlu Sugiono: Pelanggaran Hukum Internasional
Pulang ke Tanah Air,...
Pulang ke Tanah Air, Relawan WNI Ceritakan Brutalnya Penyiksaan Tentara Israel
Mengharukan! Bocah 9...
Mengharukan! Bocah 9 Tahun Bawa Poster untuk Ayah yang Pulang usai Ditawan Israel
9 WNI Relawan Global...
9 WNI Relawan Global Sumud Flotilla Dijadwalkan Tiba di Tanah Air Minggu Sore Ini
9 WNI Relawan Global...
9 WNI Relawan Global Sumud Flotilla Tiba di Jakarta Minggu Sore
Aktivis Zionis: 15 Tahun...
Aktivis Zionis: 15 Tahun Lagi, Israel Akan Perang dengan Mesir
Menteri Zionis Tolak...
Menteri Zionis Tolak Gencatan Senjata: Lebanon Seharusnya Jadi Arena Bermain Israel
Penembakan Guncang Lingkungan...
Penembakan Guncang Lingkungan Yahudi Montreal, 3 Orang Tewas, Termasuk Pelaku
Rekomendasi
Tuduh AS Biang Kisruh,...
Tuduh AS Biang Kisruh, Kim Jong-un: Korut Akan Jalankan Posisinya sebagai Negara Nuklir
Trump Ancam Tak Tolong...
Trump Ancam Tak Tolong Negara-negara NATO karena Tolak Bantu AS Melawan Iran
Prabowo Gandeng Imperial...
Prabowo Gandeng Imperial College London Bangun 10 Universitas Kedokteran di Indonesia
Berita Terkini
37 Organisasi Tolak...
37 Organisasi Tolak Desakan MUI Agar Pelaku dan Pengkampanye LGBT Dipidana
Kasus Tudingan Ijazah...
Kasus Tudingan Ijazah Segera Disidang, Pengacara Pastikan Jokowi Hadir
Qodari: Haji 2026 Lancar,...
Qodari: Haji 2026 Lancar, Masa Tunggu Dipangkas dan Layanan Ditingkatkan
KPK Perpanjang Penahanan...
KPK Perpanjang Penahanan Eks Wamen Imipas Silmy Karim Cs selama 40 Hari
Prabowo Teken UU Polri,...
Prabowo Teken UU Polri, Pakar Optimistis Kepolisian Jadi Institusi yang Modern dan Presisi
6 Poin Pernyataan Roy...
6 Poin Pernyataan Roy Suryo dan Dokter Tifa setelah Penahanan Ditangguhkan
Infografis
Khamenei Tewas, 4 Nama...
Khamenei Tewas, 4 Nama Masuk Bursa Calon Pemimpin Tertinggi Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved