Penyuluh BPP Kostratani Ikut ToT CSA SIMURP di Kalimantan Tengah
Senin, 24 Agustus 2020 - 19:16 WIB
loading...
ToT CSA SIMURP di Kalimantan Tengah diikuti 15 peserta. Terdiri dari 2 petugas SIMURP Provinsi dan 4 Penyuluh Pertanian Provinsi, kemudian 5 peserta asal Kabupaten Katingan terdiri dari 2 petugas SIMURP Kabupaten dan 4 Penyuluh Pertanian, kemudian 4 orang
A
A
A
KALIMANTAN TENGAH - Kegiatan Training on Trainer (ToT) Climate Smart Agricuture (CSA) SIMURP digelar di Kalimantan Tengah, 24-28 Agustus 2020. Lantaran Kota Palangka Raya masih dalam zona merah Covid-19, pelatihan dilaksanakan melalui Pembelajaran Jarak Jauh (Distance Learning) dengan memanfaatkan aplikasi Zoom.
Kegiatan ini diikuti Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo berharap penyuluh BPP Kostratani di Kalimantan Tengah bisa memanfaatkan pelatihan ini. “Pelatihan ToT CSA SIMURP sangat bagus. Sebab, mengajarkan penyuluh bagaimana menjalankan pertanian yang cerdas iklim. Dan kita harapkan dari pelatihan ini penyuluh bisa menjadi pelatih buat petani di lapangan. Jadi transformasi ilmu bisa terjadi,” kata Mentan SYL.
Hal senada disampaikan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian Dedi Nursyamsi. “Semangat dalam SIMURP sejalan dengan semangat gerakan Kostratani, yaitu meningkatkan ketahanan pangan berkelanjutan. Selain itu, ToT CSA SIMURP membantu mengantisipasi dampak negatif perubahan ekstrim iklim global. Yang tentunya mampu meningkatkan produksi pertanian juga pendapatan petani,” tuturnya.
Dijelaskan Dedi Nursyamsi, tujuan dari SIMURP sendiri adalah meningkatkan Indeks Pertanaman, meningkatkan produksi, produktivitas tanaman, serta mengurangi efek gas rumah kaca.
“Output dari proyek ini adalah penerapan pertanian cerdas iklim (CSA), peningkatan intensitas pertanaman, meningkatkan pendapatan petani di Daerah Irigasi wilayah proyek SIMURP,” kata Dedi Nursyamsi lagi.
Kegiatan ini diikuti Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo berharap penyuluh BPP Kostratani di Kalimantan Tengah bisa memanfaatkan pelatihan ini. “Pelatihan ToT CSA SIMURP sangat bagus. Sebab, mengajarkan penyuluh bagaimana menjalankan pertanian yang cerdas iklim. Dan kita harapkan dari pelatihan ini penyuluh bisa menjadi pelatih buat petani di lapangan. Jadi transformasi ilmu bisa terjadi,” kata Mentan SYL.
Hal senada disampaikan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian Dedi Nursyamsi. “Semangat dalam SIMURP sejalan dengan semangat gerakan Kostratani, yaitu meningkatkan ketahanan pangan berkelanjutan. Selain itu, ToT CSA SIMURP membantu mengantisipasi dampak negatif perubahan ekstrim iklim global. Yang tentunya mampu meningkatkan produksi pertanian juga pendapatan petani,” tuturnya.
Dijelaskan Dedi Nursyamsi, tujuan dari SIMURP sendiri adalah meningkatkan Indeks Pertanaman, meningkatkan produksi, produktivitas tanaman, serta mengurangi efek gas rumah kaca.
“Output dari proyek ini adalah penerapan pertanian cerdas iklim (CSA), peningkatan intensitas pertanaman, meningkatkan pendapatan petani di Daerah Irigasi wilayah proyek SIMURP,” kata Dedi Nursyamsi lagi.