Hakim yang Vonis Bebas Ronald Tannur Dilaporkan ke Badan Pengawas MA
Rabu, 31 Juli 2024 - 13:03 WIB
loading...
Keluarga Dini Sera Afrianti didampingi kuasa hukumnya melaporkan Majelis Hakim PN Surabaya yang memvonis bebas terdakwa pembunuhan dan penganiayaan, Gregorius Ronald Tannur dilaporkan ke Badan Pengawas Mahkamah Agung (MA), Rabu (31/7/2024). FOTO/MPI/RIYAN
A
A
A
JAKARTA - Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Surabaya yang memvonis bebas terdakwa pembunuhan dan penganiayaan, Gregorius Ronald Tannur dilaporkan ke Badan Pengawas Mahkamah Agung (MA). Ronald Tannur merupakan terdakwa kasus pembunuhan terhadap Dini Sera Afriyanti.
"Agenda kami hari ini adalah melaporkan 3 Majelis Hakim yang ada di Pengadilan Negeri Surabaya yang mengadili perkara kami, perkara almarhum Dini Sera Afriyanti," kata kuasa hukum keluarga Dini Sera Afrianti, Dimas Yemahura kepada wartawan di Kantor Badan Pengawas MA, Jakarta Pusat, Rabu (31/7/2024).
Dimas menjelaskan, laporan ini merupakan tindak lanjut dari laporan sebelumnya yang sudah dikirimkan ke Komisi Yudisial (KY) terkait ketiga majelis hakim tersebut. Ia menjelaskan, ada sejumlah materi pelaporan yang diadukan seperti sifat dan etika hakim selama proses persidangan berlangsung.
"Yang kedua adalah bagaimana hakim pada saat bersidang itu menurut kami tidak berjalan dengan fair, tidak berjalan dengan bagaimana peradilan itu berjalan dengan adil, jujur, dan bijaksana," ujarnya.
"Agenda kami hari ini adalah melaporkan 3 Majelis Hakim yang ada di Pengadilan Negeri Surabaya yang mengadili perkara kami, perkara almarhum Dini Sera Afriyanti," kata kuasa hukum keluarga Dini Sera Afrianti, Dimas Yemahura kepada wartawan di Kantor Badan Pengawas MA, Jakarta Pusat, Rabu (31/7/2024).
Dimas menjelaskan, laporan ini merupakan tindak lanjut dari laporan sebelumnya yang sudah dikirimkan ke Komisi Yudisial (KY) terkait ketiga majelis hakim tersebut. Ia menjelaskan, ada sejumlah materi pelaporan yang diadukan seperti sifat dan etika hakim selama proses persidangan berlangsung.
"Yang kedua adalah bagaimana hakim pada saat bersidang itu menurut kami tidak berjalan dengan fair, tidak berjalan dengan bagaimana peradilan itu berjalan dengan adil, jujur, dan bijaksana," ujarnya.
Lihat Juga :