alexametrics

Contohkan Era SBY, Demokrat Minta Jokowi Tak Keras terhadap Oposisi

loading...
Contohkan Era SBY, Demokrat Minta Jokowi Tak Keras terhadap Oposisi
Ketua DPP Partai Demokrat, Jansen Sitindaon (kiri). Foto/SINDOnews/Raka Dwi Novianto
A+ A-
JAKARTA - Partai Demokrat meminta agar Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan keleluasaan agar oposisi dapat menjalankan perannya dengan baik, yakni menyampaikan kritik kepada pemerintah.

"Kami dari yang masih diluar pemerintah meminta juga kepada Jokowi Iklim oposisi dan kritis ini juga harus dijaga dan terus tumbuh. Bukan seperti kali ini keras dikit-dikit (kena) UU ITE, keras dikit lagi dianggap musuh negara. Keras lagi dianggap makar," ujar Ketua DPP Partai Demokrat, Jansen Sitindaon dalam diskusi politik Vox Point bertema Rekonsiliasi Bagi-bagi jatah? di Jakarta, Jumat (2/8/2019).

Menurut dia, kritik terhadap pemerintah yang disampaikan oposisi bersifat membangun bukan menjatuhkan. Terlebih yang mengkritisi tidak hanya dari partai politik, tapi dari mahasiswa dan masyarakat sipil.



"Kami minta kalau ada oposisi, iklimnya dijaga dan tumbuhkan. Jangan partai kritis," ujar salah seorang mantan juru bicara Badan Pemenangan Nasional Prabowo Subianto-Sandiaga Uno pada Pilpres 2019 ini. (Baca juga: Tetap Oposisi, Sandiaga Uno: Allah Tak Pernah Menukar Rezeki dan Jabatan)

Jansen pun meberikan contoh saat era kepemimpinan Presiden keenam Susilo Bambang Yudhoyono yang membuka selebar-lebarnya kritikan yang masuk kepadanya.

"SBY 10 tahun enggak pernah sekeras ini. malah kita buka ruang itu. Kami 10 tahun kupingnya tidak setipis ini. Kami biasa saja. Kalau rakyat keras sedikit, nikmati saja. Iklim kritis perlu dijaga," lanjutnya.

Dia yakin Jokowi sosok yang dapat menerima kritik dari semua pihak."Saya percaya Jokowi baik. Tapi lembaga presiden ini yang harus dijaga dengan baik.

"Bukan Jokowi yang tidak baik, tapi lembaga yang mengeluarkan kebijakan," tutur Jansen
(dam)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak