Tak Setuju RUU TNI-Polri, Megawati: TAP MPR Harus Dijalankan, Kok Sekarang Disetarakan
Selasa, 30 Juli 2024 - 16:07 WIB
loading...
Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri menyatakan tak setuju dengan Revisi Undang-Undang (RUU) TNI dan Polri. Foto/Aldhi Chandra/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri menyatakan tak setuju dengan Revisi Undang-Undang (RUU) TNI dan Polri . Menurutnya, rencana mengubah UU itu telah menyalahi TAP MPR RI VI/MPR/2000 tentang Pemisahan TNI dan Polri.
Hal itu disampaikan Megawati dalam pidato kebangsaan di acara Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) Partai Perindo di Jakarta Concert Hall, Jakarta Pusat, Selasa (30/7/2024).
Baca juga: RUU TNI-Polri Disebut Bermasalah, Jokowi: Tanyakan ke DPR, Menko Polhukam
"Nanti kalau saya ngomong gini, Bu Mega nggak setuju, ya nggak setuju lah, yang RUU TNI-Polri gitu. Loh kok nggak dilihat sumbernya, itu TAP MPR loh, yang namanya ketika jadi satu, saya yang memisahkan, presiden loh bukan Megawati," ujar Megawati.
Menurutnya, TAP MPR itu harus dijalankan. Ia pun mempertanyakan kepada lembaga legislasi yang berniat ingin menyetarakan TNI-Polri.
Hal itu disampaikan Megawati dalam pidato kebangsaan di acara Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) Partai Perindo di Jakarta Concert Hall, Jakarta Pusat, Selasa (30/7/2024).
Baca juga: RUU TNI-Polri Disebut Bermasalah, Jokowi: Tanyakan ke DPR, Menko Polhukam
"Nanti kalau saya ngomong gini, Bu Mega nggak setuju, ya nggak setuju lah, yang RUU TNI-Polri gitu. Loh kok nggak dilihat sumbernya, itu TAP MPR loh, yang namanya ketika jadi satu, saya yang memisahkan, presiden loh bukan Megawati," ujar Megawati.
Menurutnya, TAP MPR itu harus dijalankan. Ia pun mempertanyakan kepada lembaga legislasi yang berniat ingin menyetarakan TNI-Polri.
Lihat Juga :