PKS Ingin Diajak Gabung Koalisi Pemerintah, Gibran: Keputusan di Presiden Terpilih
Selasa, 30 Juli 2024 - 15:15 WIB
loading...
Wakil Presiden Terpilih, Gibran Rakabuming Raka usai melakukan blusukan di Cipondoh, Kota Tangerang, Selasa (30/7/2024). FOTO/MPI/FELLDY UTAMA
A
A
A
JAKARTA - Wakil Presiden Terpilih Gibran Rakabuming Raka menanggapi Presiden Partai Keadilan Sejahtera ( PKS ) Ahmad Syaikhu yang berharap diajak bergabung ke dalam koalisi pemerintah Prabowo-Gibran. Gibran menyerahkan sepenuhnya kepada Presiden Terpilih Prabowo Subianto.
Gibran mengakui pihanya menjalin komunikasi dengan PKS dan juga Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) secara terus-menerus. Namun keputusannya ada di tangan Prabowo.
"Sekali lagi, keputusannya ada di Pak Presiden terpilih. Intinya setelah Pilpres selesai, seluruh partai-partai, ketua umum-ketua umum semua, semuanya saling bersilaturahmi dan saya kira itu bagus," kata Gibran usai melakukan blusukan di Cipondoh, Kota Tangerang, Selasa (30/7/2024).
Baca juga: Di Hadapan Dasco, Syaikhu Bilang PKS Ditinggalkan Sendirian
Putra sulung Presiden Joko Widodo (Jokowi) itu tak menjawab secara lugas apakah dirinya sebagai pendamping Prabowo, terbuka dengan PKS untuk masuk ke dalam pemerintahan. "Ya nanti kita tunggu saja keputusannya pak presiden terpilih seperti apa ya, gabung atau tidak," ujarnya.
Gibran mengakui pihanya menjalin komunikasi dengan PKS dan juga Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) secara terus-menerus. Namun keputusannya ada di tangan Prabowo.
"Sekali lagi, keputusannya ada di Pak Presiden terpilih. Intinya setelah Pilpres selesai, seluruh partai-partai, ketua umum-ketua umum semua, semuanya saling bersilaturahmi dan saya kira itu bagus," kata Gibran usai melakukan blusukan di Cipondoh, Kota Tangerang, Selasa (30/7/2024).
Baca juga: Di Hadapan Dasco, Syaikhu Bilang PKS Ditinggalkan Sendirian
Putra sulung Presiden Joko Widodo (Jokowi) itu tak menjawab secara lugas apakah dirinya sebagai pendamping Prabowo, terbuka dengan PKS untuk masuk ke dalam pemerintahan. "Ya nanti kita tunggu saja keputusannya pak presiden terpilih seperti apa ya, gabung atau tidak," ujarnya.
Lihat Juga :