INDEF: Demokrasi Indonesia Kini Brutal Politik Uang
Jum'at, 26 Juli 2024 - 17:35 WIB
loading...
Pendiri INDEF Didik J Rachbini menilai demokrasi Indonesia saat ini brutal dengan politik uang. Kaum intelektual harus menemukan inovasi untuk mengatasi persoalan tersebut. Foto: Dok SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Lembaga Penelitian, Pendidikan, Penerangan Ekonomi dan Sosial (LP3ES) kembali menggelar Sekolah Demokrasi (Sekdem) tahun 2024. Berbeda dengan tahun sebelumnya, Sekdem yang digelar secara daring, Jumat (26/7/2024) ini dilakukan bersama-sama dengan INDEF School of Political Economy.
Sekdem kali ini membahas tema “Tantangan Ekonomi Politik Pemerintahan Baru: Menyambut Kabinet Prabowo-Gibran".
Pendiri INDEF Didik J Rachbini menilai demokrasi Indonesia saat ini brutal dengan politik uang. Kaum intelektual harus menemukan inovasi untuk mengatasi persoalan tersebut.
Baca juga: Rasio Utang Semakin Bengkak, Indef: Ini Bahaya!
"Demokrasi Indonesia yang sekarang ini brutal dengan politik uang, itu harusnya para intelektual menemukan inovasi. Jadi politik uang harus dipotong, satu misalnya risetnya Prof Ward Berenschot, diskusi dengan saya juga, saya bawa ke DPR," kata Didik.
Sekdem kali ini membahas tema “Tantangan Ekonomi Politik Pemerintahan Baru: Menyambut Kabinet Prabowo-Gibran".
Pendiri INDEF Didik J Rachbini menilai demokrasi Indonesia saat ini brutal dengan politik uang. Kaum intelektual harus menemukan inovasi untuk mengatasi persoalan tersebut.
Baca juga: Rasio Utang Semakin Bengkak, Indef: Ini Bahaya!
"Demokrasi Indonesia yang sekarang ini brutal dengan politik uang, itu harusnya para intelektual menemukan inovasi. Jadi politik uang harus dipotong, satu misalnya risetnya Prof Ward Berenschot, diskusi dengan saya juga, saya bawa ke DPR," kata Didik.
Lihat Juga :