Waspada! Gelombang Tinggi hingga 4 Meter di Samudera Hindia Selatan Jateng-Jatim
Jum'at, 19 Juli 2024 - 12:46 WIB
loading...
BMKG mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi hingga 4 meter yang berpotensi terjadi di Samudera Hindia selatan Jawa Tengah-Jawa Timur pada 19-20 Juli 2024. Foto/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi hingga 4 meter yang berpotensi terjadi di Samudera Hindia selatan Jawa Tengah-Jawa Timur pada 19-20 Juli 2024. Hal ini dipengaruhi oleh pola angin di wilayah Indonesia bagian utara umumnya bergerak dari tenggara-barat daya dengan kecepatan angin berkisar 6-25 knot.
Sementara di wilayah Indonesia bagian selatan umumnya bergerak dari timur-tenggara dengan kecepatan angin berkisar 10-30 knot. Kecepatan angin tertinggi terpantau di Selat Makassar bagian selatan.
Baca juga: Siaga Musim Kemarau, BMKG: Udara Dingin dan Angin Kencang Mengancam
“Kondisi ini, dapat menyebabkan peningkatan gelombang tinggi di kisaran 2,5 hingga 4 meter berpeluang terjadi di Samudera Hindia Barat Lampung, Samudera Hindia Selatan Jawa Tengah hingga Jawa Timur,” tulis BMKG dalam keterangan resminya, Jumat (19/7/2024).
Kemudian sejumlah perairan Indonesia juga berpotensi mengalami gelombang setinggi 1,25-2,5 meter di perairan utara Pulau Sabang, perairan barat Aceh-Kepulauan Mentawai, perairan Pulau Enggano-Bengkulu, perairan barat Lampung, Samudera Hindia Barat Aceh-Bengkulu, Selat Sunda bagian barat dan selatan, perairan selatan Jawa-Pulau Sumba, Selat Bali-Lombok-Alas-Sape bagian selatan, Selat Sumba bagian barat, Laut Sawu.
Kemudian di Samudera Hindia Selatan Banten-Jawa Tengah, perairan Kupang-Pulau Rote, Samudera Hindia Selatan Kupang, Laut Natuna, Selat Karimata, Laut Jawa, perairan utara Jawa Timur-Pulau Kangean, Laut Bali, Laut Sumbawa, Laut Flores, Teluk Bone, perairan Baubau-Wakatobi, Teluk Tolo, perairan Keppulauan Banggai-Pulau Sula.
Selanjutnya, di perairan selatan Sulawesi Utara, Laut Maluku, perairan Kepulauan Sangihe-Talaud, perairan Halmahera, Laut Halmahera, Laut Seram, perairan selatan Papua Barat, perairan Sorong, perairan Fakfak-Kaimana, perairan Pulau Buru-Pulau Seram, Laut Banda, perairan Kepulauan Kai-Aru, perairan Kepulauan Sermata-Tanimbar, Laut Arafuru.
Sementara di wilayah Indonesia bagian selatan umumnya bergerak dari timur-tenggara dengan kecepatan angin berkisar 10-30 knot. Kecepatan angin tertinggi terpantau di Selat Makassar bagian selatan.
Baca juga: Siaga Musim Kemarau, BMKG: Udara Dingin dan Angin Kencang Mengancam
“Kondisi ini, dapat menyebabkan peningkatan gelombang tinggi di kisaran 2,5 hingga 4 meter berpeluang terjadi di Samudera Hindia Barat Lampung, Samudera Hindia Selatan Jawa Tengah hingga Jawa Timur,” tulis BMKG dalam keterangan resminya, Jumat (19/7/2024).
Kemudian sejumlah perairan Indonesia juga berpotensi mengalami gelombang setinggi 1,25-2,5 meter di perairan utara Pulau Sabang, perairan barat Aceh-Kepulauan Mentawai, perairan Pulau Enggano-Bengkulu, perairan barat Lampung, Samudera Hindia Barat Aceh-Bengkulu, Selat Sunda bagian barat dan selatan, perairan selatan Jawa-Pulau Sumba, Selat Bali-Lombok-Alas-Sape bagian selatan, Selat Sumba bagian barat, Laut Sawu.
Kemudian di Samudera Hindia Selatan Banten-Jawa Tengah, perairan Kupang-Pulau Rote, Samudera Hindia Selatan Kupang, Laut Natuna, Selat Karimata, Laut Jawa, perairan utara Jawa Timur-Pulau Kangean, Laut Bali, Laut Sumbawa, Laut Flores, Teluk Bone, perairan Baubau-Wakatobi, Teluk Tolo, perairan Keppulauan Banggai-Pulau Sula.
Selanjutnya, di perairan selatan Sulawesi Utara, Laut Maluku, perairan Kepulauan Sangihe-Talaud, perairan Halmahera, Laut Halmahera, Laut Seram, perairan selatan Papua Barat, perairan Sorong, perairan Fakfak-Kaimana, perairan Pulau Buru-Pulau Seram, Laut Banda, perairan Kepulauan Kai-Aru, perairan Kepulauan Sermata-Tanimbar, Laut Arafuru.
Lihat Juga :