Kader NU Zainul Ma'arif Minta Maaf ke Umat Islam Temui Presiden Israel
Jum'at, 19 Juli 2024 - 09:54 WIB
loading...
A
A
A
"Pada dasarnya, saya memang, tadi ya, undangan pribadi untuk penelitian. Untuk penelitian dan dialog lintas iman. Jadi, menurut teman saya, PBNU terlalu tinggi ya. Gitu kan? Kemudian ini, ya saya, dosen itu kan kewajiban. kewajiban kami tidak hanya mengajar, tapi juga melakukan penelitian, pengabdian masyarakat," tuturnya.
Dia pun kembali mengucapkan permohonan maaf karena tidak melakukan koordinasi. "Tapi saya minta maaf bahwa, seharusnya saya berkoordinasi. Ya, itu yang saya tadi bilang. Bahwa, pesan saya kepada para pemuda, yang itu, kalau misalnya ada undangan semacam itu dan kemudian ini kok tricky, maka lebih baik konsultasi," paparnya.
Adapun alasan dia memilih untuk tetap berangkat karena menurutnya sebagai kesempatan emas untuk menjalankan misi perdamaian.
"Kita akan, apa pun asal kita dapat, ya oke gitu loh. Jadi, seolah-olah ya, ada kesempatan nih. Jadi, saya ke sana. Kemudian yang kedua, saya muslim. Saya juga penceramah," katanya.
Selain itu, alasan lainnya adalah ingin mengunjungi Masjidil Aqsa. Dia mengaku belum memiliki pengalaman ke Masjidil Aqsa meski telah berhaji dan berumrah.
Dia pun kembali mengucapkan permohonan maaf karena tidak melakukan koordinasi. "Tapi saya minta maaf bahwa, seharusnya saya berkoordinasi. Ya, itu yang saya tadi bilang. Bahwa, pesan saya kepada para pemuda, yang itu, kalau misalnya ada undangan semacam itu dan kemudian ini kok tricky, maka lebih baik konsultasi," paparnya.
Adapun alasan dia memilih untuk tetap berangkat karena menurutnya sebagai kesempatan emas untuk menjalankan misi perdamaian.
"Kita akan, apa pun asal kita dapat, ya oke gitu loh. Jadi, seolah-olah ya, ada kesempatan nih. Jadi, saya ke sana. Kemudian yang kedua, saya muslim. Saya juga penceramah," katanya.
Selain itu, alasan lainnya adalah ingin mengunjungi Masjidil Aqsa. Dia mengaku belum memiliki pengalaman ke Masjidil Aqsa meski telah berhaji dan berumrah.
Lihat Juga :