Kader NU Zainul Ma'arif Minta Maaf ke Umat Islam Temui Presiden Israel
Jum'at, 19 Juli 2024 - 09:54 WIB
loading...
Kader Nahdlatul Ulama (NU), Zainul Maarif meminta maaf kepada masyarakat Indonesia usai dirinya bertemu dengan Presiden Israel Isaac Herzog beberapa waktu lalu. Foto/SINDOnews/Widya Michella
A
A
A
JAKARTA - Kader Nahdlatul Ulama (NU) , Zainul Ma'arif meminta maaf kepada masyarakat Indonesia usai dirinya bertemu dengan Presiden Israel Isaac Herzog beberapa waktu lalu. Menurutnya, kunjungan tersebut atas nama pribadi dan bukan organisasi.
"Kepada masyarakat Indonesia, wabil khusus umat Islam, wabil khusus lagi kepada Nahdatul Ulama, dan organisasi yang di mana saya berada di sana atas apa yang ketidaknyamanan yang muncul akhir-akhir ini terkait dengan kunjung saya ke Israel," ujar Zainul kepada wartawan di Kantor PWNU Jakarta, Kamis (18/7/2024).
Baca juga: PWNU Jakarta Pecat 4 Pengurus LBMNU karena Terafiliasi Israel
"Sekali lagi saya mohon maaf dan ini adalah suatu pelajaran besar bagi saya pribadi bahwa niat baik, tindakan baik, kadang efeknya belum tentu baik, itu pelajaran besar bagi saya pribadi dan ini saya mewakili kawan-kawan semua," sambungnya.
Dia mengakui bahwa kunjungan tersebut tidak dikoordinasikan kepada PBNU. Sebab kunjungan ini atas nama pribadi untuk penelitian dan dialog lintas iman.
"Kepada masyarakat Indonesia, wabil khusus umat Islam, wabil khusus lagi kepada Nahdatul Ulama, dan organisasi yang di mana saya berada di sana atas apa yang ketidaknyamanan yang muncul akhir-akhir ini terkait dengan kunjung saya ke Israel," ujar Zainul kepada wartawan di Kantor PWNU Jakarta, Kamis (18/7/2024).
Baca juga: PWNU Jakarta Pecat 4 Pengurus LBMNU karena Terafiliasi Israel
"Sekali lagi saya mohon maaf dan ini adalah suatu pelajaran besar bagi saya pribadi bahwa niat baik, tindakan baik, kadang efeknya belum tentu baik, itu pelajaran besar bagi saya pribadi dan ini saya mewakili kawan-kawan semua," sambungnya.
Dia mengakui bahwa kunjungan tersebut tidak dikoordinasikan kepada PBNU. Sebab kunjungan ini atas nama pribadi untuk penelitian dan dialog lintas iman.
Lihat Juga :