Hamas dan Fatah Bertemu di China, Kemlu: Modal Bersatunya Palestina
Kamis, 18 Juli 2024 - 15:35 WIB
loading...
A
A
A
"Yang kedua, posisi Cina. Posisinya dalam konteks politik global itu sekarang itu menjadi sangat penting, faktanya kemudian menggeser Amerika di kawasan ya. Sebenarnya bukan sekadar kawasan sana tapi juga secara global sekarang ini kan sudah mulai tersisih dan China akan menjadi the next new player yang akan menentukan itu," jelasnya.
Dengan demikian, Indonesia lanjutnya diharapkan juga ikut proaktif dalam rekonsiliasi kedua faksi politik terbesar di Palestina itu.
"Indonesia menurut saya perlu juga proaktif melalui berbagai cara, apakah aktornya state atau mungkin non-state actors seperti Muhammadiyah, NGO, MUI, dan sebagainya untuk memperdekatkan itu," tuturnya.
"Jadi kita waktunya kita (Indonesia) harus mendengar secara langsung situasi terakhir sekarang ini. Penting sekali untuk forum yang mempertemukan dua faksi atau mungkin juga dengan faksi-faksi lainnya," tutupnya.
Dengan demikian, Indonesia lanjutnya diharapkan juga ikut proaktif dalam rekonsiliasi kedua faksi politik terbesar di Palestina itu.
"Indonesia menurut saya perlu juga proaktif melalui berbagai cara, apakah aktornya state atau mungkin non-state actors seperti Muhammadiyah, NGO, MUI, dan sebagainya untuk memperdekatkan itu," tuturnya.
"Jadi kita waktunya kita (Indonesia) harus mendengar secara langsung situasi terakhir sekarang ini. Penting sekali untuk forum yang mempertemukan dua faksi atau mungkin juga dengan faksi-faksi lainnya," tutupnya.
(maf)
Lihat Juga :