Dampak La Nina, Hujan di Musim Kemarau Berpotensi Lanjut di Agustus-September
Senin, 08 Juli 2024 - 17:41 WIB
loading...
BMKG memprediksi hujan yang terjadi di musim kemarau atau kemarau basah akibat fenomena La Nina berpotensi berlanjut di bulan Agustus hingga September 2024. Foto/SINDOnews/Ilustrasi
A
A
A
JAKARTA - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi hujan yang terjadi di musim kemarau atau kemarau basah akibat fenomena La Nina berpotensi berlanjut di bulan Agustus hingga September 2024. Diketahui, saat ini sebagian wilayah Indonesia telah masuk musim kemarau namun hujan masih juga mengguyur.
"Bisa juga nanti diprediksi di sekitar bulan Agustus-September ya, kan diprediksi akan terjadi La Nina yang dipengaruhi oleh suhu muka air laut yang ada di Samudra Pasifik. Jadi kemaraunya akan mengalami peningkatan curah hujan,” kata Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati, saat Konferensi Pers: Hujan Lebat di Musim Kemarau, Senin (8/7/2024).
Dwikorita menjelaskan, fenomena La Nina mengakibatkan suhu muka laut di Samudra Pasifik naik sehingga berdampak meningkatkan curah hujan seperti di tahun 2020, 2021, dan 2022.
"Misalnya La Nina, La Nina itu fenomena yang dipengaruhi oleh adanya suhu muka laut ya, mengakibatkan suhu muka laut yang ada di Samudra Pasifik ya, di Samudra Pasifik yang mengakibatkan atau berdampak pada wilayah Indonesia dengan meningkatnya curah hujan seperti yang terjadi di tahun 2020, 2021, dan 2022," ucap Dwikorita.
Baca juga: Waspada La Nina, Pemerintah Diminta Amankan Sektor Pangan
"Bisa juga nanti diprediksi di sekitar bulan Agustus-September ya, kan diprediksi akan terjadi La Nina yang dipengaruhi oleh suhu muka air laut yang ada di Samudra Pasifik. Jadi kemaraunya akan mengalami peningkatan curah hujan,” kata Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati, saat Konferensi Pers: Hujan Lebat di Musim Kemarau, Senin (8/7/2024).
Dwikorita menjelaskan, fenomena La Nina mengakibatkan suhu muka laut di Samudra Pasifik naik sehingga berdampak meningkatkan curah hujan seperti di tahun 2020, 2021, dan 2022.
"Misalnya La Nina, La Nina itu fenomena yang dipengaruhi oleh adanya suhu muka laut ya, mengakibatkan suhu muka laut yang ada di Samudra Pasifik ya, di Samudra Pasifik yang mengakibatkan atau berdampak pada wilayah Indonesia dengan meningkatnya curah hujan seperti yang terjadi di tahun 2020, 2021, dan 2022," ucap Dwikorita.
Baca juga: Waspada La Nina, Pemerintah Diminta Amankan Sektor Pangan
Lihat Juga :