Antisipasi Darurat Pangan, Kementan Bersama Pemprov Kalsel Optimalkan Lahan Rawa
Sabtu, 06 Juli 2024 - 07:40 WIB
loading...
A
A
A
Sebagai informasi, pada Jumat (5/7/2024) telah dilaksanakan penandatanganan berita acara penyelesaian Survei Investigasi Design (SID) dan kontrak konstruksi dengan Tim Konstruksi Politeknik Negeri Banjarmasin yang merupakan bagian dari upaya optimalisasi lahan rawa di Kalimantan Selatan (Kalsel).
Sebanyak 10.334 hektare lahan telah dikontrak untuk konstruksi sejak 21 Mei 2024, diikuti oleh 17.633 hektare pada 4 Juli 2024. Selanjutnya, 9.529 hektare akan dikontrak pada 10 Juli 2024, dan sisa 15.511 hektare akan diselesaikan pada 12 Juli 2024. Secara keseluruhan, progres SID mencapai 43.478 hektare atau 93,82% dari target 46.340 hektare.
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kalsel, Syamsir Rahman mengarahkan agar pemasangan dan pemanfaatan pompa yang telah dikirim segera dipercepat. Syamsir mengatakan pentingnya koordinasi antara konsultan konstruksi dan petugas lapangan untuk menentukan area yang dapat dikerjakan terlebih dahulu.
“Jika ada petani yang tidak dapat diajak bekerja sama, agar dilaporkan kepada kepala desa dan fokus pada area lain yang lebih siap,” ungkapnya.
Syamsir menekankan untuk kabupaten yang realisasinya masih rendah diminta untuk berkoordinasi intensif dengan dinas terkait, bahkan jika perlu dipantau setiap hari. Lahan pasca panen harus segera diolah dan ditanami kembali.
"Kita harus bekerja dengan serius dan cepat. Saya akan melaporkan perkembangan langsung kepada bapak bupati. Jangan sampai kita tertinggal, sementara daerah lain sudah dua atau tiga kali tanam, kita baru sekali," terang Syamsir.
Sebagai tindak lanjut, jika ada masalah yang tidak dapat diselesaikan oleh petugas, Syamsir menginstruksikan agar diadakan rapat segera yang melibatkan semua pihak terkait.
"Rapat merupakan salah satu cara untuk mendorong penyelesaian. Terima kasih atas kerja sama dan partisipasinya. Mohon agar setiap rapat dihadiri oleh semua pihak karena kegiatan ini sangat penting," tambahnya.
Sebanyak 10.334 hektare lahan telah dikontrak untuk konstruksi sejak 21 Mei 2024, diikuti oleh 17.633 hektare pada 4 Juli 2024. Selanjutnya, 9.529 hektare akan dikontrak pada 10 Juli 2024, dan sisa 15.511 hektare akan diselesaikan pada 12 Juli 2024. Secara keseluruhan, progres SID mencapai 43.478 hektare atau 93,82% dari target 46.340 hektare.
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kalsel, Syamsir Rahman mengarahkan agar pemasangan dan pemanfaatan pompa yang telah dikirim segera dipercepat. Syamsir mengatakan pentingnya koordinasi antara konsultan konstruksi dan petugas lapangan untuk menentukan area yang dapat dikerjakan terlebih dahulu.
“Jika ada petani yang tidak dapat diajak bekerja sama, agar dilaporkan kepada kepala desa dan fokus pada area lain yang lebih siap,” ungkapnya.
Syamsir menekankan untuk kabupaten yang realisasinya masih rendah diminta untuk berkoordinasi intensif dengan dinas terkait, bahkan jika perlu dipantau setiap hari. Lahan pasca panen harus segera diolah dan ditanami kembali.
"Kita harus bekerja dengan serius dan cepat. Saya akan melaporkan perkembangan langsung kepada bapak bupati. Jangan sampai kita tertinggal, sementara daerah lain sudah dua atau tiga kali tanam, kita baru sekali," terang Syamsir.
Sebagai tindak lanjut, jika ada masalah yang tidak dapat diselesaikan oleh petugas, Syamsir menginstruksikan agar diadakan rapat segera yang melibatkan semua pihak terkait.
"Rapat merupakan salah satu cara untuk mendorong penyelesaian. Terima kasih atas kerja sama dan partisipasinya. Mohon agar setiap rapat dihadiri oleh semua pihak karena kegiatan ini sangat penting," tambahnya.
Lihat Juga :