5,8 Juta Balita Alami Masalah Gizi, Perindo: Memprihatinkan, Kemiskinan Jadi Penyebabnya
Kamis, 04 Juli 2024 - 07:41 WIB
loading...
A
A
A
Pemerintah, kata Sortaman, harus mampu menyediakan lapangan kerja. Semua upaya harus dilakukan oleh pemerintah untuk menciptakan lapangan kerja. "Bangsa ini memiliki menteri tenaga kerja tetapi sejauh ini kementerian ini tidak berorientasi untuk membuka lapangan kerja," katanya.
Sortaman mengkritisi banyaknya anggaran untuk Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) tapi hanya menetapkan UMR dan aturan perselisihan industri dengan karyawan. "Rakyat harus dibantu untuk mendapatkan pekerjaan, sehingga mampu memenuhi kebutuhan gizi buat keluarganya," katanya.
Baca juga: Soroti Kasus Kematian Bocah 13 Tahun di Padang, Partai Perindo: Kasusnya Harus Tuntas!
"Sekarang ada rencana program pemerintah memberikan makanan tambahan dan susu kepada keluarga miskin dan anak sekolah. Ini adalah kebijakan yang salah dan hanya membuat pembengkakan anggaran negara tapi tidak menyelesaikan masalah. Rakyat jangan diperlakukan seperti anak asuh panti rehabilitasi, yang disuapi setiap hari. Rakyat bisa bekerja untuk memenuhi kebutuhannya," ujarnya.
Pemerintah, tegas Sortaman, harus mendorong seluruh rakyat untuk bisa hidup mandiri secara ekonomi. Apalagi, bangsa Indonesia sudah pernah mempunyai pengalaman buruk pada 2023 saat pemerintah punya program penanganan stunting dengan anggaran Rp30 triliun, programnya memberikan makanan tambahan kepada anak yang stunting atau kurang gizi.
"Bapak Presiden Joko Widodo mengatakan program itu gagal dan Beliau mengakui bahwa 90% anggaran habis untuk kegiatan penyuluhan teknis dan hanya 10% yang berwujud sebagai makanan tambahan. Ini pengalaman buruk dan sudah terbukti gagal," katanya.
Sortaman mengkritisi banyaknya anggaran untuk Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) tapi hanya menetapkan UMR dan aturan perselisihan industri dengan karyawan. "Rakyat harus dibantu untuk mendapatkan pekerjaan, sehingga mampu memenuhi kebutuhan gizi buat keluarganya," katanya.
Baca juga: Soroti Kasus Kematian Bocah 13 Tahun di Padang, Partai Perindo: Kasusnya Harus Tuntas!
"Sekarang ada rencana program pemerintah memberikan makanan tambahan dan susu kepada keluarga miskin dan anak sekolah. Ini adalah kebijakan yang salah dan hanya membuat pembengkakan anggaran negara tapi tidak menyelesaikan masalah. Rakyat jangan diperlakukan seperti anak asuh panti rehabilitasi, yang disuapi setiap hari. Rakyat bisa bekerja untuk memenuhi kebutuhannya," ujarnya.
Pemerintah, tegas Sortaman, harus mendorong seluruh rakyat untuk bisa hidup mandiri secara ekonomi. Apalagi, bangsa Indonesia sudah pernah mempunyai pengalaman buruk pada 2023 saat pemerintah punya program penanganan stunting dengan anggaran Rp30 triliun, programnya memberikan makanan tambahan kepada anak yang stunting atau kurang gizi.
"Bapak Presiden Joko Widodo mengatakan program itu gagal dan Beliau mengakui bahwa 90% anggaran habis untuk kegiatan penyuluhan teknis dan hanya 10% yang berwujud sebagai makanan tambahan. Ini pengalaman buruk dan sudah terbukti gagal," katanya.
Lihat Juga :