Tekan Angka Kematian Bayi, Cegah Infeksi Virus RSV Harus Jadi Prioritas Pemerintah
Senin, 01 Juli 2024 - 21:37 WIB
loading...
A
A
A
Adapun mortalitas pada bayi prematur berisiko tinggi hingga 3%, sedangkan mortality rate Covid-19 pada anak-anak adalah 0,4%. Ini artinya risiko terkena RSV lebih tinggi bagi bayi prematur. Sedangkan Indonesia adalah 5 negara teratas di dunia yang memiliki kelahiran prematur–risiko tinggi.
Rina memaparkan bahwa banyak kejadian LRTI seperti pneumonia dan bronkiolitis yang dicurigai disebabkan RSV. Namun, terkadang ini tidak terdeteksi secara optimal karena terbatasnya akses tes diagnostik untuk memeriksa keberadaan virus RSV.
"Maka sangat penting infeksi RSV menjadi perhatian pemerintah, terutama untuk mencegah beban penyakit kematian dini bayi dengan risiko tinggi yang diakibatkan pneumonia akibat infeksi RSV," katanya.
Menurut dia, pengetahuan dan kesadaran masyarakat Indonesia tentang bahaya penyakit yang disebabkan RSV umumnya masih rendah, termasuk orang tua dengan anak yang berisiko tinggi terhadap RSV. Salah satu parameter yang mudah diukur adalah dengan melihat Google Trend di Indonesia dengan kata kunci “Infeksi RSV” dan “Pneumonia” sebagai salah satu outcome dari RSV.
Rina mengatakan, sampai saat ini tidak ada pengobatan definitif untuk infeksi RSV (hanya terapi suportif). Maka itu, pencegahan merupakan upaya yang paling penting untuk dilakukan. Urgensi mengenai pencegahan infeksi RSV perlu dilakukan, terutama pasien yang memiliki risiko tinggi mengalami infeksi RSV berat.
Menurut dia, pemerintah harus berupaya meningkatkan awareness, khususnya untuk pasien dengan risiko tinggi dan juga dampak jangka panjang yang ditimbulkan.
Rina memaparkan bahwa banyak kejadian LRTI seperti pneumonia dan bronkiolitis yang dicurigai disebabkan RSV. Namun, terkadang ini tidak terdeteksi secara optimal karena terbatasnya akses tes diagnostik untuk memeriksa keberadaan virus RSV.
"Maka sangat penting infeksi RSV menjadi perhatian pemerintah, terutama untuk mencegah beban penyakit kematian dini bayi dengan risiko tinggi yang diakibatkan pneumonia akibat infeksi RSV," katanya.
Menurut dia, pengetahuan dan kesadaran masyarakat Indonesia tentang bahaya penyakit yang disebabkan RSV umumnya masih rendah, termasuk orang tua dengan anak yang berisiko tinggi terhadap RSV. Salah satu parameter yang mudah diukur adalah dengan melihat Google Trend di Indonesia dengan kata kunci “Infeksi RSV” dan “Pneumonia” sebagai salah satu outcome dari RSV.
Rina mengatakan, sampai saat ini tidak ada pengobatan definitif untuk infeksi RSV (hanya terapi suportif). Maka itu, pencegahan merupakan upaya yang paling penting untuk dilakukan. Urgensi mengenai pencegahan infeksi RSV perlu dilakukan, terutama pasien yang memiliki risiko tinggi mengalami infeksi RSV berat.
Menurut dia, pemerintah harus berupaya meningkatkan awareness, khususnya untuk pasien dengan risiko tinggi dan juga dampak jangka panjang yang ditimbulkan.
Lihat Juga :