Jaga Pangan Nasional, Mentan Percepat Perluasan Areal Tanam di Kalsel
Kamis, 27 Juni 2024 - 19:02 WIB
loading...
A
A
A
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPSDMP) Kementan Dedi Nursyamsi menyampaikan arahan kebijakan Mentan Amran untuk fokus pada antisipasi darurat pangan melalui peningkatan produksi padi dan jagung dengan langkah-langkah strategis. Di antaranya melalui perluasan areal tanam pada lahan baru sawah yang sudah ada, gerakan pompanisasi, optimasi lahan dan tumpang sari lahan perkebunan.
Baca juga: Wujudkan Swasembada Pangan, Kalsel Dukung Program Andalan Kementan
Tampak hadir dalam Rakor tersebut adalah Kepala Pusat Penyuluhan Pertanian Bustanul Arifin Cahya, Kepala UPT Kementan di Kalsel, Plt. Sekretaris Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kasel serta perwakilan dari SKPD lingkup Pertanian se-Kalsel dan Korem 01 Antasari Kalsel.
Dalam kesempatan tersebut, Dedi Nursyamsi menegaskan Provinsi Kalsel memiliki potensi besar sebagai sentra produksi pangan nasional, sehingga perlu didorong untuk meningkatkan produksi beras nasional. "Tahun 2023, Indonesia mengalami defisit beras sebesar 3,5 juta ton. Tahun ini kita tidak boleh lagi mengalami defisit tersebut," tegas Dedi.
Untuk mencapai hal tersebut, Dedi menggarisbawahi pentingnya peningkatan luas tanam dengan cara meningkatkan indeks pertanaman di lahan rawa melalui optimasi lahan rawa, pompanisasi di lahan tadah hujan dan tumpang sari di lahan perkebunan. "Kita harus segera bangkit dalam menyiapkan ketahanan pangan Indonesia, terutama di Provinsi Kalsel," tambah Dedi.
Baca juga: Wujudkan Swasembada Pangan, Kalsel Dukung Program Andalan Kementan
Tampak hadir dalam Rakor tersebut adalah Kepala Pusat Penyuluhan Pertanian Bustanul Arifin Cahya, Kepala UPT Kementan di Kalsel, Plt. Sekretaris Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kasel serta perwakilan dari SKPD lingkup Pertanian se-Kalsel dan Korem 01 Antasari Kalsel.
Dalam kesempatan tersebut, Dedi Nursyamsi menegaskan Provinsi Kalsel memiliki potensi besar sebagai sentra produksi pangan nasional, sehingga perlu didorong untuk meningkatkan produksi beras nasional. "Tahun 2023, Indonesia mengalami defisit beras sebesar 3,5 juta ton. Tahun ini kita tidak boleh lagi mengalami defisit tersebut," tegas Dedi.
Untuk mencapai hal tersebut, Dedi menggarisbawahi pentingnya peningkatan luas tanam dengan cara meningkatkan indeks pertanaman di lahan rawa melalui optimasi lahan rawa, pompanisasi di lahan tadah hujan dan tumpang sari di lahan perkebunan. "Kita harus segera bangkit dalam menyiapkan ketahanan pangan Indonesia, terutama di Provinsi Kalsel," tambah Dedi.
Lihat Juga :