3 Fakta Terkait Dugaan Bocornya Data BAIS TNI yang Diklaim Dijual ke Situs Gelap

Rabu, 26 Juni 2024 - 14:26 WIB
loading...
3 Fakta Terkait Dugaan...
Dugaan kebocoran data BAIS TNI diungkap akun anonim bernama @falconfeedsio di X (dulu Twitter) pada Senin (24/6/2024). FOTO ILUSTRASI/IST
A A A
JAKARTA - Informasi kebocoran data BAIS TNI tengah menjadi perhatian masyarakat dalam beberapa waktu belakangan ini. Dugaan kebocoran data ini awalnya diungkap sebuah akun anonim bernama @falconfeedsio di X (dulu Twitter) pada Senin (24/6/2024).

Menurut akun tersebut, pelaku peretasan merupakan seorang hacker dengan nama samaran Moonz Haxor. Pada unggahannya, peretas itu mengunggah file yang diduga berisikan data milik Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI.

Lebih jauh, berikut ini sejumlah fakta yang sementara diketahui tentang dugaan bocornya data BAIS TNI.

Baca juga: Kominfo Sebut 210 Instansi Terdampak Akibat Pusat Data Nasional Sementara Diserang Ransomware

Fakta Dugaan Bocornya Data BAIS TNI

1. Berawal dari Unggahan Akun Anonim di Platform X

Informasi dugaan kebocoran data awalnya diungkap oleh sebuah akun anonim di X (dulu Twitter) @falconfeedsio. Menurut keterangannya, pelaku peretasan itu adalah hacker bernama Moonz Haxor (nama samaran).

Pada unggahan yang tersebut, pemilik akun @falconfeedsio menyebut data Bais TNI diunggah oleh MoonzHaxor di BreachForums. Sebagai informasi, BreachForums ini dikenal sebagai situs gelap yang biasa dipakai peretas (hacker) untuk melakukan aksi jual beli data curian.

Sementara itu, MoonzHaxor disebutkan sebagai salah satu anggota kenamaan dari BreachForums.

2. Tanggapan Kapuspen TNI

Secara singkat, kebocoran data yang diungkap mengandung data-data sensitif seperti gambar sidik jari, alamat email hingga aplikasi SpringBoot dengan beberapa konfigurasi. Data tersebut dijual oleh MoonzHaxor seharga USD1.000 (setara Rp16,3 juta).

Menanggapi kabar kebocoran data BAIS, Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen Nugraha Gumilar menyebut Tim Siber TNI masih memeriksa dan mendalami dugaan tersebut. Maka dari itu, pihaknya belum dapat membenarkan ataupun membantah dugaan peretasan itu.

3. Tak Hanya Data BAIS TNI

Dugaan kebocoran data ternyata tidak hanya terjadi pada BAIS TNI. Pada waktu bersamaan, data-data milik Indonesia Automatic Finger Identification System (INAFIS) Polri juga disebutkan mengalami hal serupa.

Menanggapi dugaan tersebut, Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) Letjen TNI Hinsa Siburian membuat klarifikasi. Berdasarkan hasil koordinasi dengan Polri, didapatkan fakta bahwa data tersebut merupakan data lama yang tidak terbarui.

Hinsa menyebut pihaknya terus berkoordinasi dengan Polri karena pernyataan terbaru itu masih berupa hasil koordinasi sementara. Nantinya, koordinasi lanjutan akan dibutuhkan guna mendapatkan kejelasan mengenai dugaan kebocoran data tersebut.
(abd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
4 Prajurit TNI Penyiram...
4 Prajurit TNI Penyiram Air Keras ke Andrie Yunus Ajukan Banding
Pemerintah Hormati Putusan...
Pemerintah Hormati Putusan Kasus Andrie Yunus, Yusril: Wujud Independensi Peradilan
Oditur Militer: Jika...
Oditur Militer: Jika Kita Bisa Lihat Andrie Yunus, Tuntutan Bisa Lebih Tinggi
YLBHI Desak Polda Metro...
YLBHI Desak Polda Metro Jaya Naikkan Status Perkara Andrie Yunus
Oditur Militer Sampaikan...
Oditur Militer Sampaikan 12 Poin Replik Terkait Kasus Penyiraman Aktivis Andrie Yunus
KontraS Kritik Tuntutan...
KontraS Kritik Tuntutan 2,5 Tahun Penjara untuk Terdakwa Penyiraman Andrie Yunus
10 Mata-mata Perang...
10 Mata-mata Perang Dingin yang Tak Pernah Takut Mati
Tiru Israel, Taiwan...
Tiru Israel, Taiwan Gunakan AI untuk Rekrut Informan dan Whistleblower China
Meski Sekutu Sejati,...
Meski Sekutu Sejati, Mengapa Pentagon Tingkatkan Ancaman Mata-mata Israel ke Tingkat Tertinggi?
Rekomendasi
Tunisia vs Belanda:...
Tunisia vs Belanda: Awas Tergelincir Oranje
Legislator PKB Minta...
Legislator PKB Minta Taufik Hidayat Dihukum Kebiri
Arus Peti Kemas Bandar...
Arus Peti Kemas Bandar Lampung Sepanjang 2026 Alami Peningkatan Signifikan
Berita Terkini
Minta Dasco hingga Prabowo...
Minta Dasco hingga Prabowo Beri Atensi Kasus Ijazah Palsu, Ade Darmawan: Jokowi Telah Didiskriminasi
Jumhur Bertemu Co-Chair...
Jumhur Bertemu Co-Chair IAPB, Dukung Indonesia Kembangkan Biodiversity Credit
Pengacara: Penangkapan...
Pengacara: Penangkapan Roy Suryo-Tifa seperti Penculikan para Jenderal di Film
Kapal Induk Garibaldi...
Kapal Induk Garibaldi dan Masa Depan Strategi Maritim Indonesia
Pengacara Roy Suryo:...
Pengacara Roy Suryo: Kami Sudah Siapkan Bukti-bukti Kuat di Sidang Kasus Ijazah Jokowi
Jokowi Bakal Hadir di...
Jokowi Bakal Hadir di Sidang Roy Suryo-Dokter Tifa, Kuasa Hukum: Kalau 100% Terlalu Dini
Infografis
3 Pemain Timnas Indonesia...
3 Pemain Timnas Indonesia yang Menjadi Prajurit TNI
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved