Pusat Data Nasional Kena Serangan Siber, DPR Dorong Reformasi BSSN
Selasa, 25 Juni 2024 - 12:39 WIB
loading...
Anggota Komisi I DPR TB Hasanuddin menyoroti serangan siber pada Pusat Data Nasional (PDN) dalam bentuk ransomware yang terjadi sejak, beberapa hari lalu. FOTO/DOK.SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Anggota Komisi I DPR TB Hasanuddin menyoroti serangan siber pada Pusat Data Nasional (PDN) dalam bentuk ransomware yang terjadi sejak beberapa hari lalu. Ia mempertanyakan peran Badan Siber dan Sandi Negara ( BSSN ) sebagai penjaga utama gerbang siber lembaga negara.
"Kita jadi mempertanyakan, apa saja upaya yang sudah dilakukan BSSN selama ini untuk mengamankan jaringan dan infrastruktur telekomunikasi pemerintah? Mengapa serangan ini bisa terjadi pada obyek yang sangat vital tersebut?" kata Hasanuddin dalam keterangannya, Selasa (25/6/2024).
Ia menilai BSSN sebagai penjaga keamanan siber negara harus bertanggung jawab atas insiden serangan siber tersebut. Ia juga menilai, Kominfo sebagau pengelola PDN juga harus bertanggung jawab.
Baca juga: Tebusan Ransomware Pusat Data Nasional Rp131 Miliar, Pemerintah Ogah Bayar
"BSSN sebagai pengawal keamanan PDN dan Kemenkominfo sebagai pengelola PDN harus bertanggung jawab atas kelalaian ini. Ini potensi kebocoran data warga negara seluruh Indonesia, tidak bisa dianggap enteng," kata Hasanuddin.
"Kita jadi mempertanyakan, apa saja upaya yang sudah dilakukan BSSN selama ini untuk mengamankan jaringan dan infrastruktur telekomunikasi pemerintah? Mengapa serangan ini bisa terjadi pada obyek yang sangat vital tersebut?" kata Hasanuddin dalam keterangannya, Selasa (25/6/2024).
Ia menilai BSSN sebagai penjaga keamanan siber negara harus bertanggung jawab atas insiden serangan siber tersebut. Ia juga menilai, Kominfo sebagau pengelola PDN juga harus bertanggung jawab.
Baca juga: Tebusan Ransomware Pusat Data Nasional Rp131 Miliar, Pemerintah Ogah Bayar
"BSSN sebagai pengawal keamanan PDN dan Kemenkominfo sebagai pengelola PDN harus bertanggung jawab atas kelalaian ini. Ini potensi kebocoran data warga negara seluruh Indonesia, tidak bisa dianggap enteng," kata Hasanuddin.
Lihat Juga :