SYL dengan Suara Bergetar: Saya Tidak Pernah Jadi Bapak yang Baik

Senin, 24 Juni 2024 - 21:13 WIB
loading...
SYL dengan Suara Bergetar:...
Mantan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) mengaku pernah membelikan sejumlah barang untuk keluarganya memakai kartu kredit. Foto/Dok SINDOnews
A A A
JAKARTA - Mantan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) mengaku pernah membelikan sejumlah barang untuk keluarganya memakai kartu kredit. Hanya saja, ia mengaku tak mengetahui bila kartu kredit itu dibayarkan oleh Kementerian Pertanian (Kementan).

Hal itu diungkapkan SYL saat menjadi saksi mahkota untuk terdakwa eks Sekjen Kementan Kasdi Subagyono dan Direktur Alat dan Mesin Kementan Muhammad Hatta, Senin (24/6/2024).

Mulanya, hakim anggota Ida Ayu Mustikawati menanyakan ihwal adanya pemberian atau pembelian dari SYL kepada keluarganya. SYL pun mengaku telah memberikan sejumlah barang.

Baca juga: SYL soal Kakaknya Jadi Tenaga Ahli Kementan: Saya Kan Menteri, Masak Saudara Tercecer-cecer



"Ada beberapa yang anak saya, saya belikan termasuk jaket," kata SYL dalam sidang di Pengadilan Tipikor pada PN Jakarta Pusat, Senin (24/6/2024).

SYL pun menjelaskan dirinya telah puluhan tahun menjadi pejabat publik. Namun, ia merasa bukan menjadi kepala rumah tangga yang baik bagi keluarganya.

"Saya sudah 35 tahun lebih menjadi pejabat, dan setelah akhir ini saya merasa saya bukan suami yang baik bagi istri saya, saya bukan kakek yang baik bagi cucu saya, saya tidak pernah jadi bapak yang baik," kata SYL dengan suara bergetar.

"Oleh karena itu di akhir-akhir ini saya yang ajak mereka, saya mau senang-senangkan mereka. Kan harganya juga tidak seberapa. Katakanlah seperti itu. Memberikan dia jaket," imbuhnya.

Lantas, Hakim Ida Ayu pun mempertanyakan sumber dana yang dipakai oleh SYL untuk membelikan barang tersebut. SYL pun mengaku, uang yang dipakai untuk membelikan barang itu menggunakan uang pribadi.

Bahkan, ia meminta eks ajudannya, Panji Hartanto membayarkan barang tersebut menggunakan kartu kredit. Namun, SYL mengklaim tak tahu bila tunggalan kartu kredit itu dibayarkan oleh Kementan.

"Uang pribadi saya. 'Panji ini bayar credit card-nya bayar'. Kok ternyata di data yang ada tereimburse ke dalam. Kenyataannya credit card itu dibayarkan Kementan," terang SYL.

"Itu yang baru saya tahu di persidangan ini," tandasnya.
(rca)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pemilik Blueray Cargo...
Pemilik Blueray Cargo Ngaku Setor Rp30 Miliar ke Dedi Congor
Hakim Ingatkan Tersangka...
Hakim Ingatkan Tersangka Bea Cukai Tak Berdusta: Di Akhirat Nanti Masuk Neraka
Kejagung Limpahkan 11...
Kejagung Limpahkan 11 Tersangka Kasus POME ke Kejaksaan
Kecewa JPU Tolak Pledoi,...
Kecewa JPU Tolak Pledoi, Nadiem Makarim: Fakta Persidangan Diabaikan
2 Pengusaha Divonis...
2 Pengusaha Divonis 1,5 Tahun Penjara, Kuasa Hukum: PT KEM Korban Sistem di Kemnaker
Selain Penjara 4,5 Tahun,...
Selain Penjara 4,5 Tahun, Eks Wamenaker Noel Diminta Bayar Uang Pengganti Rp3,4 Miliar
Ditjen Hortikultura...
Ditjen Hortikultura dan Ewindo Perluas Peran Masyarakat Kota dalam Ketahanan Pangan
Krisis Bahan Baku Plastik,...
Krisis Bahan Baku Plastik, Pemerintah Jajaki Impor Kemasan dari Malaysia hingga Rusia
Stok Beras Indonesia...
Stok Beras Indonesia Cetak Rekor Tembus 4,3 Juta Ton, Tertinggi Sepanjang Sejarah
Rekomendasi
Jadwal Piala Dunia 2026:...
Jadwal Piala Dunia 2026: Jerman vs Curacao, Belanda Ditantang Jepang
Audisi Miss Indonesia...
Audisi Miss Indonesia 2026 Yogyakarta Disambut Antusias, Jakarta Jadi Kota Terakhir Seleksi
Militerisasi Jepang...
Militerisasi Jepang dan Bahaya Radiasi Radio Aktif
Berita Terkini
Walhi Minta Pembahasan...
Walhi Minta Pembahasan Revisi UU HAM Ditunda
WNI Dianiaya di Malaysia,...
WNI Dianiaya di Malaysia, Kemlu Sebut 4 Pelaku Sudah Diamankan
Prabowo Panggil Purbaya...
Prabowo Panggil Purbaya hingga Bahlil ke Kertanegara, Ini yang Dibahas
PBNU Gelar Munas dan...
PBNU Gelar Munas dan Konbes di Ploso Kediri pada 20-23 Juni 2026, Presiden Prabowo Diundang
PKB Jabar Fest, Gus...
PKB Jabar Fest, Gus Muhaimin: Kita Tak Butuh Pemimpin Pencitraan
Denny JA Sebut Algoritma...
Denny JA Sebut Algoritma Lahirkan Kelas Baru Pekerja Digital yang Rentan
Infografis
Penerima Bansos 2026...
Penerima Bansos 2026 Wajib Tahu! Ini Penjelasan Desil yang Jadi Penentu Kelayakan Bantuan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved